TARAKAN – Hujan deras yang mengguyur Kota Tarakan dalam sepekan terakhir menyebabkan terjadinya longsor di beberapa titik.
Tercatat ada empat lokasi terdampak, masing-masing berada di Peningki, Kelurahan Sebengkok dan dua titik di Kelurahan Karang Anyar.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan, longsor pertama terjadi di RT 27 Sebengkok, tepatnya pada bagian siring rumah warga. BPBD telah menyalurkan bantuan darurat berupa terpal dan karung guna mencegah longsor susulan.
“Bantuan sementara sudah kami salurkan. Karung-karung nanti akan diisi pasir. Rencananya RT setempat akan melaksanakan kerja bakti bersama tim dari BPBD dan Satpol PP, tapi waktunya masih menunggu konfirmasi dari RT,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BPBD Tarakan, ujar Supriyadi, Kamis (10/7/2025).
Sementara itu, longsor kedua terjadi di RT 12 Kelurahan Karang Anyar, tepatnya di Jalan Aster, pada Minggu, 6 Juli 2025.
Peninjauan lapangan dilakukan hari ini oleh tim gabungan dari BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perkim, Babinsa, serta pihak kelurahan. Lokasi terdampak juga merupakan bagian dari siring yang longsor akibat curah hujan tinggi.
Adapun titik ketiga berada di RT 44 Karang Anyar, yang terjadi pada 5 Juli 2025. Kondisi tanah mengalami amblas, namun tidak menimbulkan korban. Pemilik rumah diketahui telah melakukan penanganan secara mandiri. Kemudian yang keempat, tanah longsor yang terjadi di Jalan Gunung Peningki.
“Warga sudah menanganinya sendiri. Tapi tetap, Perkim akan mengusulkan bantuan, walaupun belum bisa direalisasikan tahun ini. Harus diusulkan dulu, nanti baru masuk program tahun depan,” jelas Supriyadi.
Khusus bantuan dari BPBD, menurut Supriyadi, hanya diberikan pada infrastruktur umum yang terdampak bencana. Sementara kerusakan rumah pribadi umumnya menjadi domain bantuan dari dinas teknis seperti Perkim.
Selama tahun 2025 hingga awal Juli ini, BPBD mencatat telah terjadi beberapa kasus longsor, namun pihaknya belum merinci secara detail jumlahnya karena menunggu proses rekap. “Yang penting setiap ada kejadian, langsung kita tindak lanjuti dan laporkan,” tegasnya.
Menyikapi kondisi cuaca yang masih rawan, BPBD Tarakan mengimbau warga yang bermukim di kawasan lereng atau tebing untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan berlangsung terus-menerus.
“Kalau hujan deras tidak berhenti-henti, kami imbau warga di wilayah rawan longsor untuk mengungsi sementara. Karena kalau nyawa sudah tidak bisa diganti. Harta bisa dicari, tapi nyawa tidak,” pungkas Supriyadi.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


