TARAKAN – Program pelatihan kerja di Tarakan tahun ini terdampak efisiensi anggaran. Jika tahun lalu sempat berjalan 17 paket pelatihan, tahun ini hanya ada 7 paket dan hingga kini belum terlaksana.
“Nah, ini kita sayangkan. Dengan adanya efisiensi, harusnya pelatihan yang ada di jalan ini tidak mandek. Kalau tahun kemarin kan kita cukup banyak pelatihan, walaupun tidak terlalu banyak seperti yang tahun sebelumnya. Tahun lalu kan sekitar 17 paket. Tahun ini kegiatannya dapat 7 paket itu sampai sekarang belum jalan,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tarakan, Agus Sutanto, Selasa (23/9/2025).
Agus menyebut, dari APBD Kota Tarakan tahun ini hanya ada satu paket pelatihan kompetensi. Sedangkan program dari kementerian belum ada sama sekali.
“Kemungkinan ini tidak ada. Sekarang yang dari APBD hanya satu paket yang kompetensi. Jadi kalau tergantung dengan pelatihan yang lain, seperti pelatihan kewirausaha, pelatihan untuk pengelolaan yang lain, ada saja, tapi tidak terlalu banyak,” jelasnya.
Padahal, kata Agus, pelatihan kerja punya peran penting untuk mengurangi angka pengangguran.
“Padahal pelatihan kerja ini kan sangat membantu, Pak, untuk memutarkan kerja, untuk mengurangi pengangguran. Ya, salah satu kan itu sebetulnya. Mudah-mudahan pemerintah pusat dalam hal ini, tahun depan, kita bisa lebih peduli,” katanya.
Dia menambahkan, pengajuan program pelatihan biasanya disusun berdasarkan potensi peluang dan permintaan di lapangan. Namun, keterbatasan anggaran membuat pelaksanaan tahun ini terhambat.
Di Balai Latihan Kerja (BLK) Tarakan sendiri tersedia beberapa jurusan, mulai dari Las, Otomotif (reparasi roda dua dan roda empat), hingga Listrik Instalasi.
“Kemudian kalau listrik itu ada listrik instalasi. Jadi listrik industri bisa untuk memenuhi kebutuhan teknisi yang di perusahaan. Selain itu, untuk operatornya juga untuk desain grafis,” pungkasnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


