TARAKAN — Aksi ribuan massa Aliansi Utara di depan Gedung DPRD Tarakan, Senin (1/9/2025), berakhir dengan penandatanganan dokumen tuntutan oleh Ketua DPRD Tarakan Muhammad Yunus bersama Kapolres Tarakan.
Tiga poin utama yang disuarakan mahasiswa dipastikan bakal dikawal hingga ke tingkat pusat.
“Alhamdulillah, demo hari ini berjalan dengan baik, lancar. Aspirasi adik-adik tadi sudah kami tandatangani bersama Pak Kapolres dan anggota DPRD lain,” kata Yunus.
Meski begitu, dia tak menampik masih ada rasa kecewa dari massa karena tiga anggota DPR RI asal Kalimantan Utara tidak hadir menemui pengunjuk rasa. Massa bahkan memberi tenggat 7×24 jam agar para legislator pusat merespons tuntutan mereka.
Dari tiga anggota DPR RI dapil Kaltara, Yunus memastikan baru Deddy Sitorus yang sudah menjadwalkan kunjungan ke Tarakan pada 7 September 2025. Dua lainnya, Rahmawati dan Hasan Saleh, masih dalam proses komunikasi.
“Soal tuntutan ini, komitmen kami siap untuk melaksanakan. Insya Allah akan kami bawa ke Jakarta, atau kalau memungkinkan nanti DPR RI yang datang ke sini. DPRD Tarakan siap memfasilitasi,” tegasnya.
Soal pernyataan mosi tidak percaya yang disuarakan mahasiswa, Yunus menyebut hal itu bagian dari dinamika demokrasi. “Itu haknya ade-ade untuk menyampaikan itu (mosi tidak percaya) dan kita akan memperbaiki kedepannya bagaimana, komunikasinya,” tutupnya.
Sementara itu, Wakil Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Utara, Alif Faqli Samudra, membeberkan tiga tuntutan utama mereka.
Pertama, pembatalan tunjangan terbaru DPR RI yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat. Kedua, mendorong pengesahan sejumlah kebijakan pro-rakyat, seperti RUU Perampasan Aset, RUU Masyarakat Adat, hingga peningkatan kesejahteraan dan pendidikan. Ketiga, reformasi Polri agar lebih profesional, transparan, akuntabel, dan humanis.
“Maka daripada itu kami dari Aliansi Utara melayangkan mosi tidak percaya,” ujar Alif.
Dia juga mengaku sempat berkomunikasi dengan anggota DPR RI Deddy Sitorus yang menjanjikan pertemuan pada 7 September mendatang.
“Terkait aksi lanjutan, kami akan berkomunikasi lebih lanjut dengan teman-teman yang menginisiasi aksi ini,” tambahnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


