TANJUNG SELOR – Polemik mengenai penolakan pembangunan rumah ibadah yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, menjadi perhatian bagi Kabupaten Bulungan, Kaltara.
Meskipun persoalan itu belum terjadi di Bulungan, namun perlu dilakukan upaya mitigasi oleh semua pihak sebelum persoalan itu terjadi.
Anggota Komisi I DPRD Bulungan, Heri Purwanto saat dikonfirmasi menyampaikan, selama dirinya menjabat tidak pernah dengar antara keluhan tentang penolakan bangunan gereja di wilayah Kabupaten Bulungan.
“Kalau untuk wilayah Kaltara saya belum monitor ada persoalan ya, kalaupun ada saya berharap itu bisa diselesaikan dengan baik, karena kebebasan untuk memeluk agama sesuai keyakinan tiap warga negara telah dijamin oleh konstitusi,” ucap Heri Purwanto kepada media ini.
Dikatakannya, di Bulungan, tagline bupati sudah jelas, bahwa Bulungan tidak pernah membedakan suku maupun antar golongan.
“Kita dari DPRD mengajak semua pihak membangun Kabupaten Bulungan dan Kaltara secara bersama-sama,” ajaknya.
Budaya gotong royong harus tetap diwariskan dalam membangun daerah.
“Nah intinya seperti itu. Ke depan kami juga berharap kepada seluruh warga Bulungan, jika ada persoalan yang berkaitan dengan persoalan penolakan pendirian rumah ibadah supaya segera disampaikan kepada pihak berwajib. Hal ini penting sebagai cara meminimalisir segala hal yang berpotensi konflik,” tuturnya.
“Alhamdulillah sampai saat ini, saya melihat belum adanya gangguan konfilik soal urusan rumah ibadah. Ini mesti terus dipertahankan soal keamanan dan kondusivitas antar umat beragama,” tandasnya.(*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


