TARAKAN – Penurunan debit air baku sempat terjadi di Tarakan akibat rendahnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Meski begitu, Perumda Tirta Alam Tarakan atau PDAM memastikan, pasokan air bersih untuk pelanggan masih aman hingga Lebaran.
Direktur PDAM Tarakan, Iwan Setiawan, mengatakan penurunan permukaan air sempat mencapai minus 80 sentimeter pada sumber air baku. Namun kondisi tersebut masih dapat dikendalikan karena cadangan air di embung masih mencukupi. “Beberapa waktu lalu sempat turun sampai minus 80 sentimeter. Tapi Alhamdulillah cadangan air baku kita masih cukup dan Insyaallah aman sampai Lebaran,” kata Iwan, Kamis (12/3/2026).
Saat ini, kata dia, penurunan permukaan air tercatat sekitar 12 sentimeter per hari. Meski demikian, posisi cadangan air masih berada di kisaran minus 10 sentimeter, sehingga masih mampu menopang kebutuhan pelanggan dalam beberapa pekan ke depan.
PDAM juga memperkirakan konsumsi air masyarakat akan meningkat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Peningkatan tersebut dipicu aktivitas rumah tangga yang lebih tinggi seperti memasak, mencuci, hingga kebutuhan ibadah. “Biasanya selama Ramadan sampai Lebaran pemakaian air meningkat karena aktivitas di rumah lebih banyak. Tapi untuk sekitar 10 hari ke depan sampai Lebaran masih aman,” ujarnya.
Selain memantau cadangan air baku, PDAM juga melakukan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan teknis di jaringan distribusi, seperti kebocoran pipa maupun kerusakan pompa.
Menurut Iwan, sebagian besar Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan pompa distribusi kini telah dilengkapi sistem cadangan, sehingga pelayanan tetap bisa berjalan meski terjadi kerusakan pada peralatan utama. “Sekarang hampir semua instalasi dan pompa sudah ada cadangannya. Jadi kalau ada kerusakan, distribusi air tetap bisa berjalan,” jelasnya.
Meski demikian, PDAM masih menghadapi beberapa tantangan dalam menjaga stabilitas pelayanan air bersih, terutama jaringan pipa yang sebagian sudah berusia tua serta pengelolaan cadangan air baku. “Kendala kita tinggal dua, yaitu pipa yang sudah tua dan cadangan air baku. Tapi untuk saat ini cadangan air di embung masih cukup untuk menopang kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


