spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bulog Tarakan: Tak Boleh Ada Pedagang Jual Beras SPHP di Atas HET!

TARAKAN – Pj Wali Kota Tarakan, Bustan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menemukan pedagang menjual beras SPHP di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) saat melakukan sidak Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Bapokting) di Pasar Gusher, Selasa (2/4/2024).

Terkait hal itu, Pimpinan Cabang Perum Bulog Tarakan, Sri Budi Prasetyo kembali mengingatkan pedagang untuk tidak menjual beras SPHP di atas HET, karena harga beras tersebut telah ditetapkan sesuai wilayah masing-masing.

“Pastinya beras SPHP harga jualnya tidak melebihi HET. Laporan ini akan kami tindaklanjuti,” ucapnya saat dikonfirmasi di Tarakan, Rabu (3/4/2024).

Budi menegaskan, apabila pedagang masih menjual beras SPHP di atas HET, Bulog akan memblacklistnya untuk memberi efek jera.

Dia tak menampik, mendapat sejumlah laporan adanya oknum pedagang yang menjual beras di atas HET.  Sebelumnya, Bulog juga mendapat laporan pedagang di Pasar Gusher menjual beras di atas HET.

“Mereka menjual beras seharga Rp 12 ribu sementara HET-nya Rp 11.500. Tidak banyak tapi ada. Kami sampaikan tolong jangan jual beras di atas HET,” ucapnya.

Baca Juga:   Imigrasi Tarakan Sebut Rutin Awasi Orang Asing, Per Agustus 2023 Ada 275 WNA

Budi mengatakan, HET untuk beras SPHP di Tarakan senilai Rp 11.500 per kilogram. Sedangkan untuk 5 kilogramnya Rp 57.500.

Guna meminimalisir adanya pedagang yang menjual beras SPHP di atas HET,  pihaknya melakukan sejumlah upaya. Pertama, melakukan sosialisasi tentang HET beras yang telah diatur pemerintah. Kedua, bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk melakukan monitoring dan pengawasan.

Penulis: Ade Prasetia

Editor: Yusva Alam

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER