BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Tarakan

TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Kota Tarakan, untuk mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dalam tiga hari ke depan. Kondisi cuaca diprakirakan masih didominasi hujan, terutama pada malam hingga menjelang pagi.

Forecaster on Duty BMKG Tarakan, Muhammad Reza Saputra, mengatakan berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Tarakan dan perairan Tarakan-Bunyu secara umum akan mengalami cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas sedang.

“Hujan berpotensi terjadi terutama pada periode tengah malam hingga menjelang pagi hari, sedangkan pada siang hingga sore cuaca cenderung cerah berawan,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Meski secara umum hujan diprakirakan berintensitas sedang, BMKG tetap memantau adanya potensi peningkatan intensitas hujan hingga kategori lebat, yang dapat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Kalimantan Utara, termasuk Tarakan.

Menurut Reza, kondisi tersebut dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor cuaca. Secara global terdapat pengaruh aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial. Sementara pada skala regional terpantau adanya daerah belokan dan pertemuan angin (konvergensi) di Kalimantan Utara yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, kondisi atmosfer di wilayah Tarakan juga berada pada tingkat labil menengah, sehingga mempermudah proses pembentukan awan hujan.

“Gabungan ketiga faktor tersebut membuat kondisi cuaca di Kalimantan Utara, khususnya Tarakan, masih cukup dinamis dan berpotensi mengarah pada cuaca ekstrem,” jelasnya.

Sementara itu, untuk kondisi perairan, BMKG memprakirakan tinggi gelombang di wilayah Kalimantan Utara, termasuk jalur pelayaran menuju Bunyu, Tana Tidung, Nunukan, dan Sebatik, berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah.

Kondisi tersebut masih dinilai aman untuk aktivitas nelayan maupun pelayaran. Meski demikian, BMKG mengingatkan agar nelayan dan operator kapal tetap berhati-hati terhadap potensi hujan yang dapat mengurangi jarak pandang, serta angin kencang sesaat akibat pertumbuhan awan Cumulonimbus di laut.

Berdasarkan pantauan Citra Radar Cuaca BMKG pada Selasa, kondisi cuaca di Kalimantan Utara secara umum masih didominasi awan. Namun, intensitas awan hujan mulai berkurang dibandingkan kondisi sejak dini hari.

BMKG mengimbau masyarakat, nelayan, operator kapal, dan pengguna transportasi laut agar selalu mengikuti informasi prakiraan cuaca serta peringatan dini cuaca ekstrem melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas, mengingat perubahan cuaca dapat terjadi sewaktu-waktu.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER