TARAKAN – Cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Tarakan baru mencapai sekitar 52 persen. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tarakan, Masbuki, pada Rabu (2/9/2026). Masbuki mengatakan mayoritas pekerja yang belum terlindungi berasal dari sektor informal dan pekerja mandiri.
“Yang belum terlindungi ini kebanyakan pekerja informal atau pekerja mandiri,” kata Masbuki.
Menurutnya, pekerja informal seperti nelayan, petani dan pedagang masih menjadi kelompok yang perlu didorong untuk mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Masbuki menegaskan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan penting bagi seluruh pekerja, karena risiko kecelakaan kerja maupun kematian dapat terjadi kapan saja.
Untuk memperluas cakupan kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan terus mengoptimalkan agen Perisai atau Penggerak Jaminan Sosial. Agen tersebut membantu menjangkau pekerja informal dan pekerja mandiri, yang belum terdaftar sebagai peserta.
“Makanya kita mengoptimalkan Perisai untuk menjangkau pekerja-pekerja yang belum terlindungi,” jelasnya.
Masbuki menjelaskan, peserta BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan sejumlah manfaat perlindungan. Salah satunya Jaminan Kematian (JKM) bagi ahli waris peserta.
Untuk peserta dengan masa aktif kepesertaan 1 hingga 3 bulan, santunan kematian akibat sakit sebesar Rp10 juta. Sedangkan peserta dengan masa aktif memasuki bulan keempat dan seterusnya, dapat memperoleh santunan hingga Rp42 juta sesuai ketentuan.
Selain itu, peserta juga mendapatkan perlindungan apabila mengalami kecelakaan kerja. Manfaat yang diberikan dapat mencapai 48 kali upah, termasuk santunan bagi peserta yang mengalami cacat akibat kecelakaan kerja.
BPJS Ketenagakerjaan juga menyediakan manfaat beasiswa pendidikan bagi anak peserta yang memenuhi ketentuan, dengan nilai manfaat mencapai Rp174 juta.
“Jadi banyak manfaat yang diberikan ketika pekerja sudah menjadi peserta. Bukan hanya untuk dirinya, tapi juga memberikan perlindungan bagi keluarganya,” pungkas Masbuki.
Pewarta: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


