BONTANG – Penumpukan paket terjadi di gudang jasa pengiriman SPX di Jalan Imam Bonjol, Bontang. Sejak akhir pekan, pelanggan berdatangan untuk menanyakan kiriman yang tak kunjung diantar meski status aplikasi menunjukkan barang sudah tiba di kota tujuan.
Sejumlah warga mengaku paket mereka tertahan sejak awal Februari. Salah satunya Yuli. Ia menyebut barangnya sudah tercatat tiba di Bontang sejak 5 Februari 2026, namun hingga kini tak pernah diantar kurir.
“Sudah dua kali saya datang ke sini. Katanya didata dulu, nanti kalau ketemu barangnya dihubungi. Sampai sekarang tidak ada kabar,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Keluhan serupa disampaikan pelanggan lain yang menggunakan layanan tersebut untuk kebutuhan usaha. Ia memiliki delapan paket, dua di antaranya sudah diretur, sementara enam lainnya masih tertahan di gudang meski tercatat tiba sejak 12 Februari.
“Saya pakai untuk jualan. Sudah dimarahi pelanggan karena barang belum sampai,” katanya.
Di lokasi, tumpukan paket terlihat memenuhi area sortir. Seorang petugas yang enggan disebutkan namanya mengakui terjadi kekurangan tenaga kurir karena banyak yang mengundurkan diri. Kondisi itu berdampak langsung pada keterlambatan distribusi.
Sebagai solusi sementara, pihak gudang menerapkan sistem pemindaian barcode bagi pelanggan yang ingin mengambil paket secara mandiri. Namun, sejumlah warga menilai cara tersebut belum efektif jika pencarian barang tetap memakan waktu lama.
Lina, pelanggan lainnya, mengaku sudah tiga kali datang dan menunggu lebih dari satu jam demi memastikan paketnya ditemukan. Ia khawatir jika meninggalkan lokasi, barangnya kembali tak jelas keberadaannya.
Beberapa pelanggan juga mengaku menerima pemberitahuan melalui email untuk mengambil paket langsung ke gudang sortir karena keterbatasan pengantaran.
Hingga berita ini diturunkan, antrean warga masih terlihat di depan gudang. Mereka berharap pihak jasa pengiriman segera menormalisasi distribusi agar paket tidak terus menumpuk dan merugikan pelanggan. (MK)
Editor: Agus S


