TARAKAN – Aliansi Utara masih menunggu komitmen DPR RI untuk menindaklanjuti tiga tuntutan yang disuarakan dalam aksi di Tarakan. Jika aspirasi itu tidak dipenuhi, mereka membuka peluang untuk kembali turun aksi.
Koordinator lapangan Aliansi Utara, A.A. Muchammad Imanullah Aziz mengatakan, sejauh ini respons DPR RI cukup positif.
Dari tiga tuntutan, dua di antaranya sudah direspons. Namun, mahasiswa masih menunggu langkah nyata terkait desakan reformasi Polri yang profesional.
“Sejauh ini responnya sudah baik, dua tuntutan sudah direspon. Tinggal satu poin lagi soal reformasi Polri. Kalau itu tidak dikawal, kami akan pertimbangkan kembali untuk aksi lanjutan,” kata Imanullah dikonfirmasi melalui seluler, Sabtu (6/9/2025).
Menurutnya, keputusan aksi lanjutan akan dibicarakan internal dan melihat perkembangan situasi.
Dia menegaskan, aksi pertama kemarin digelar sekali tapi dengan target jelas agar tuntutan tidak lagi diabaikan. “Kesepakatan kemarin, aksi ini satu kali tapi langsung menang. Tapi kalau dari pusat ada perubahan atau pembatalan janji, tentu akan kami pertimbangkan kembali,” ujarnya.
Adapun tiga tuntutan Aliansi Utara meliputi batalkan tunjangan DPR terbaru. Kemudian, dorong kebijakan DPR yang pro-rakyat, termasuk RUU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat. Terakhir, reformasi Polri yang profesional.
Imanullah memastikan aksi mahasiswa di Tarakan murni organik dan bukan ditunggangi pihak tertentu. “Aksi ini hasil kesepakatan internal UBT, tujuannya advokasi kebijakan. Jadi tidak ada tunggang-menunggang,” tegasnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


