Ruang Kelas Terbatas, Bupati Syarwani Prioritaskan Pembenahan SDN 020

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani akhirnya menyempatkan diri melihat langsung kondisi bangunan SDN 020 yang berada di Jalan Poros Jelarai Raya Kilometer (Km) 2, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Dalam kunjunganya Bupati didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Bulungan Tasa Gung, perangkat kecamatan, serta perangkat desa setempat. Usai melihat kondisi sekolah sekaligus mendengarkan berbagai masukan dari kepala sekolah dan para guru bupati bilang segala masukanya akan ditampung.

Kondisi sekolah menjadi perhatian karena jumlah siswa terus bertambah seiring meningkatnya jumlah penduduk di KM 2 Tanjung Selor. Saat ini, SDN 020 menampung sekitar 450 siswa sehingga sejumlah ruang kelas mengalami kelebihan kapasitas.

Dalam satu ruang kelas, jumlah siswa bahkan mencapai sekitar 30 orang. Padahal, kapasitas ideal satu ruang kelas maksimal 28 siswa.

Kepada wartawan, Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, berbagai aspirasi yang disampaikan kepala sekolah dan guru telah diterima, khususnya terkait kebutuhan sarana dan prasarana fisik sekolah.

“Kita lihat memang di SDN 020 daya tampung siswa dan siswinya cukup padat. Saat ini jumlah siswanya kurang lebih 450 siswa,” kata Syarwani.

Salah satu persoalan yang disampaikan yakni keterbatasan ruang kelas. Bahkan, ruang guru terpaksa digunakan sebagai ruang belajar siswa. Sebagian ruang kelas juga dibangun secara sederhana agar dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Dan yang mereka sampaikan sifatnya sangat mendesak,” ujarnya.

Selain ruang kelas, kondisi lapangan sekolah juga menjadi perhatian. Lapangan tersebut selama ini digunakan untuk upacara maupun kegiatan ekstrakurikuler siswa.

“Lapangan memang perlu penataan dan perbaikan supaya kegiatan upacara, kegiatan olahraga adik-adik kita yang ada di SDN 020 ini lebih baik ke depan,” tuturnya.

Persoalan tenaga pendidik juga turut disampaikan kepada Bupati. Menurut Syarwani, keterbatasan tenaga pendidik membuat kepala sekolah ikut membantu mengajar.

“Termasuk kepala sekolahnya ikut membantu mengajar karena keterbatasan tenaga pendidik. Saya sebagai kepala daerah telah melihat langsung kondisi riil di lapangan dan kita akan perjuangkan secara bertahap,” ucapnya.

Menurutnya, penambahan ruang kelas menjadi kebutuhan paling mendesak. Hal itu mengingat kawasan tersebut terus berkembang dan semakin padat penduduk, sehingga jumlah siswa diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya.

“Kita prioritaskan ruang belajar. Dan mudah-mudahan bisa bersamaan dengan lapangan upacaranya,” kata Syarwani.

Syarwani menyebut, penataan sekolah dimungkinkan dilakukan dengan konsep bangunan bertingkat karena keterbatasan lahan. Konsep tersebut masih dikaji bersama pihak sekolah. “Itu akan kita rehab pelan-pelan melihat kemampuan keuangan daerah,” tandasnya. (tin/and)

Reporter: Martinus
Editor: Andhika

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER