
BERAU – Upaya menjaga citra Kabupaten Berau sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur tidak hanya bergantung pada keindahan alam yang dimiliki. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman positif bagi wisatawan yang berkunjung.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Berau, Sri Juniarsih, saat mengingatkan pentingnya budaya hidup bersih kepada para pelajar. Menurutnya, kebersihan merupakan salah satu unsur utama dalam konsep Sapta Pesona yang menjadi pedoman dalam pengembangan sektor pariwisata.
Di hadapan sekelompok pelajar tingkat SMP, Sri Juniarsih menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat, termasuk generasi muda yang akan menjadi penerus pembangunan daerah.
“Kalian lahir di sini kan? Jadi kalian juga harus bisa menjaga kebersihan daerah kalian sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, kesadaran menjaga kebersihan harus dimulai dari diri sendiri dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak meninggalkan sampah di ruang publik, hingga memungut sampah yang ditemukan di sekitar lingkungan merupakan langkah kecil yang memiliki dampak besar jika dilakukan secara bersama-sama.
Sri Juniarsih menilai, persoalan sampah masih menjadi tantangan di banyak daerah wisata, termasuk di Berau. Padahal, kebersihan menjadi salah satu aspek yang paling diperhatikan wisatawan ketika mengunjungi suatu destinasi.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama di kawasan wisata yang menjadi wajah daerah di mata pengunjung.
“Kita harus mulai dari hal-hal kecil. Kalau melihat sampah, ambil lalu buang ke tempatnya. Kalau tidak ketemu tempat sampah, dikantongi dulu,” tambahnya.
Menurutnya, menjaga kebersihan tidak membutuhkan tindakan besar atau program yang rumit. Yang paling penting adalah membangun kebiasaan dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Ketika kesadaran itu tumbuh di setiap individu, maka lingkungan yang bersih dan nyaman akan terbentuk secara alami.
Ia juga menyoroti peran strategis generasi muda dalam membangun budaya peduli lingkungan. Ia meyakini anak-anak dan remaja memiliki kemampuan untuk menjadi agen perubahan yang dapat mengajak keluarga maupun masyarakat sekitar untuk menerapkan pola hidup bersih.
Pendidikan mengenai kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan, lanjutnya, harus terus ditanamkan sejak usia dini agar menjadi karakter yang melekat hingga dewasa. Dengan demikian, menjaga kebersihan tidak lagi dipandang sebagai kewajiban sesaat, melainkan menjadi bagian dari budaya masyarakat.
Dirinya berharap semangat menjaga kebersihan dapat terus tumbuh di kalangan pelajar dan generasi muda Berau. Selain menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman, budaya bersih juga menjadi modal penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata yang saat ini menjadi salah satu andalan perekonomian daerah.
Menurutnya, keberhasilan membangun destinasi wisata yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam maupun kelengkapan fasilitas, tetapi juga oleh perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar.
“Kalau lingkungan bersih, wisatawan akan merasa nyaman. Mereka akan membawa kesan baik tentang Berau dan tidak menutup kemungkinan akan datang kembali,” tandasnya. (adv)


