TARAKAN – Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, menjadi momentum untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai kebangsaan di tengah perubahan zaman. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tarakan, Muhammad Haris, menilai tantangan terbesar dalam menjaga nilai-nilai Pancasila saat ini berada di ruang digital.
Menurutnya, derasnya arus informasi melalui media sosial dan berbagai platform digital membawa dampak positif sekaligus tantangan tersendiri, terutama bagi generasi muda.
Hoaks, ujaran kebencian, hingga paham intoleran dinilai dapat dengan mudah menyebar dan memengaruhi masyarakat, apabila tidak diimbangi dengan pemahaman kebangsaan yang kuat.
“Kalau wawasan kebangsaan tidak kuat, masyarakat, terutama generasi muda, akan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Karena itu, tantangan Pancasila saat ini banyak berada di ruang digital,” ujarnya, Senin (1/6/2026).
Haris menjelaskan, sebagai kota perbatasan yang dihuni masyarakat dari berbagai suku, agama, dan budaya, Tarakan sejauh ini mampu menjaga keharmonisan dan semangat persatuan. Nilai-nilai Pancasila seperti toleransi, gotong royong, dan musyawarah masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Namun demikian, dia mengingatkan bahwa pengamalan Pancasila tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Nilai-nilai tersebut harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun media sosial.
“Pancasila harus hidup dalam tindakan nyata. Bukan hanya saat upacara atau peringatan hari besar, tetapi juga dalam cara kita berinteraksi dan menghargai perbedaan,” katanya.
Untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan, Kesbangpol Tarakan terus menjalankan berbagai program sosialisasi wawasan kebangsaan dan pembinaan ideologi Pancasila. Kegiatan tersebut menyasar sekolah, kampus, kelurahan, hingga berbagai komunitas masyarakat.
Selain itu, pembinaan generasi muda juga dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk seleksi dan pembinaan Paskibraka. Menurut Haris, pendekatan kepada anak muda perlu dilakukan dengan cara yang lebih relevan dan sesuai perkembangan zaman, agar pesan kebangsaan dapat diterima dengan baik.
Pada momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, Haris mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan toleransi, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
“Damai itu dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk menjaga etika saat bermedia sosial. Jika kita mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, maka Tarakan akan tetap menjadi kota yang aman, harmonis, dan maju,” pungkasnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


