TARAKAN – Sebanyak 357 jemaah haji asal Kalimantan Utara berhasil menuntaskan prosesi lempar Jumratul Aqabah di Mina, Arab Saudi. Dalam pelaksanaannya, para jemaah harus menempuh perjalanan hingga 12 kilometer pulang pergi di tengah suhu udara yang mencapai 41 derajat Celsius.
Ketua Kloter 7 Embarkasi Balikpapan, Sayid Abdullah, mengatakan seluruh jemaah telah menyelesaikan lempar Jumratul Aqabah sekaligus tahalul pada 10 Zulhijah 1447 Hijriah, dan kembali ke pemondokan dengan selamat.
“Alhamdulillah seluruh jemaah sudah kembali ke pemondokan setelah melaksanakan lempar Jumratul Aqabah dan tahalul,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Sebelumnya, sebanyak 316 jemaah melaksanakan mabit di Muzdalifah sebelum bergerak menuju Mina. Sementara itu, sebagian lainnya, termasuk 142 jemaah yang mengikuti skema murur, langsung menuju Mina dari Arafah tanpa turun di Muzdalifah.
Menurut Sayid, seluruh jemaah haji Kalimantan Utara telah sepakat mengambil nafar awal. Dengan pilihan tersebut, jemaah akan meninggalkan Mina pada 12 Zulhijah setelah menyelesaikan lempar jumrah pada hari-hari tasyrik.
“Insyaallah seluruh jemaah Kalimantan Utara mengambil nafar awal. Setelah lempar jumrah di hari tasyrik pertama dan kedua, jemaah akan kembali ke Makkah,” katanya.
Pada hari tasyrik, jemaah melaksanakan lempar Jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah sesuai jadwal yang telah ditentukan. Namun, tantangan terbesar yang dihadapi jemaah adalah cuaca panas serta jarak tempuh menuju lokasi pelemparan jumrah.
“Cuaca di Mina sangat panas dan menjadi tantangan bagi jemaah saat menuju lokasi pelemparan jumrah,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, jarak menuju lokasi jumrah ternyata lebih jauh dibanding perkiraan awal. Jika sebelumnya diperkirakan sekitar 4 kilometer, kenyataannya mencapai sekitar 6 kilometer untuk sekali perjalanan.
“Awalnya kami memperkirakan sekitar 4 kilometer, ternyata mencapai 6 kilometer sekali jalan. Jadi total pulang pergi sekitar 12 kilometer,” jelas Sayid.
Untuk mengatur pergerakan jemaah, pelaksanaan lempar Jumratul Aqabah dibagi dalam dua kelompok keberangkatan. Kelompok pertama berangkat pukul 14.30 waktu Arab Saudi, sedangkan kelompok kedua berangkat pukul 17.00 waktu Arab Saudi.
Meski harus berjalan jauh di bawah terik matahari dan suhu yang tinggi, seluruh jemaah mampu menyelesaikan rangkaian ibadah dengan lancar tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah semua jemaah sudah kembali ke pemondokan,” tuturnya.
Usai menyelesaikan rangkaian ibadah di Mina, jemaah dijadwalkan kembali ke Makkah untuk melanjutkan pelaksanaan tawaf ifadah, sai, dan tahalul akhir sebagai bagian dari penyempurnaan ibadah haji.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


