TARAKAN – Perkembangan program Koperasi Merah Putih di Kota Tarakan, dinilai masih belum maksimal. Sejumlah koperasi disebut belum berjalan optimal, karena terkendala penerapan standarisasi nasional yang dinilai sulit diterapkan di semua daerah.
Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Selumit, Saifullah, mengatakan kondisi setiap wilayah memiliki kebutuhan dan karakteristik berbeda, sehingga tidak bisa disamakan secara menyeluruh. “Harapan terhadap keberadaan Koperasi Merah Putih sebenarnya besar. Tapi sampai hari ini, hanya beberapa yang berjalan. Artinya belum memenuhi target yang dicanangkan pemerintah,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, salah satu persoalan utama ialah keterbatasan aset pemerintah di sejumlah kelurahan. Dia mencontohkan Kelurahan Selumit yang tidak memiliki lahan kosong milik pemerintah untuk mendukung pengembangan fasilitas koperasi. “Tidak semua kelurahan punya aset pemerintah. Selumit misalnya, tidak ada lahan kosong pemerintah. Jadi kalau diseragamkan, sulit diterapkan,” katanya.
Selain itu, Saifullah menilai beberapa fasilitas yang diwajibkan dalam standar nasional tidak selalu sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, seperti cold storage hingga gudang pupuk. “Selumit tidak butuh cold storage karena bukan wilayah perikanan. Gudang pupuk juga tidak diperlukan karena bukan daerah pertanian,” jelasnya.
Dia berharap pengembangan Koperasi Merah Putih ke depan, dapat disesuaikan dengan kondisi dan potensi masing-masing wilayah, agar program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


