74 Titik Panas Terdeteksi di Kaltara, Bulungan Paling Banyak

TARAKAN – Sebanyak 74 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) dalam 24 jam terakhir. Kabupaten Bulungan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 68 titik.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan melalui citra satelit, puluhan titik panas tersebut tersebar di sejumlah wilayah Kaltara.

Prakirawan BMKG Tarakan, Muhammad Hatta Rachim, mengatakan dari total 74 titik panas, 68 di antaranya terdeteksi di Kabupaten Bulungan.

“Berdasarkan pantauan satelit 24 jam terakhir, terdapat 74 titik panas di seluruh wilayah Kalimantan Utara. Terbanyak berada di Kabupaten Bulungan dengan 68 titik,” ujar Hatta, Senin (31/8/2026).

Selain Bulungan, BMKG mendeteksi satu titik panas di Kabupaten Nunukan dan lima titik panas di Kabupaten Malinau.

Kemunculan puluhan titik panas tersebut turut berdampak terhadap kondisi udara di wilayah Kaltara, khususnya Kota Tarakan. Kabut asap terpantau menyelimuti wilayah tersebut dan menyebabkan jarak pandang menurun.

Pada pagi hari, jarak pandang di Tarakan berada di kisaran 5.000-7.000 meter. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan kondisi normal.

“Jarak pandang ini memang lebih rendah dibandingkan kondisi normal, karena ada timbunan kabut asap tipis yang menyelimuti ruang udara wilayah Tarakan,” jelasnya.

Kondisi tersebut membaik dibandingkan sore hari sebelumnya. Saat itu, jarak pandang sempat turun hingga 1.000 meter akibat kabut asap. Bahkan, siang ini jarak pandang hanya 500 meter.

BMKG menduga kabut asap yang mencapai Tarakan, merupakan asap kiriman dari wilayah selatan. Dugaan tersebut berdasarkan arah angin dominan yang bergerak dari selatan menuju utara.

“Titik panas didominasi dari wilayah luar Tarakan seperti Berau dan Bulungan. Karena angin dominan berembus dari selatan, indikasi kuat menunjukkan kabut asap ini merupakan kiriman hingga mencapai perairan dan wilayah Tarakan,” ungkap Hatta.

BMKG juga memprakirakan peluang hujan di Tarakan masih rendah dalam 1-2 hari ke depan. Potensi hujan ringan secara tidak merata diperkirakan baru muncul dalam tiga hari mendatang, terutama pada dini hari.

Sementara untuk kondisi perairan, tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5-1,25 meter dengan kecepatan angin rata-rata 6-10 knot. Meski gelombang tergolong rendah, pelaut tetap diminta waspada karena jarak pandang di perairan ikut menurun hingga 4.000-6.000 meter.

BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan, semak belukar, maupun sampah sembarangan.

Warga juga dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Pewarta: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER