TARAKAN – Pilot berpengalaman Captain Hendrik gugur dalam insiden jatuhnya pesawat Air Tractor AT-802 milik Pelita Air di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2/2026). Menurut Lead Engineer Pelita Air Service, Angga Rico, Captain Hendrik merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang telah bertugas sekitar tiga tahun melayani rute perintis di Krayan, termasuk pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) dari Tarakan ke Long Bawan, Krayan. Sebelumnya, ia juga berpengalaman di maskapai perintis lainnya.
Pesawat yang diterbangkan Captain Hendrik telah beroperasi sejak 2021 untuk mendukung distribusi BBM ke wilayah terpencil. “Pemeriksaan terakhir pesawat dilakukan pada hari Minggu sebelum penerbangan dan dinyatakan laik terbang,” jelasnya.
Pada penerbangan kali ini, BBM telah diturunkan di Long Bawan, dan pesawat sedang dalam perjalanan kembali (return flight) menuju Tarakan.
Dari sisi operasional bandara, General Manager AirNav Indonesia Cabang Tarakan,bDheny Purwo Hariyanto, menambahkan ztatus pelayanan di Long Bawan adalah AFIS (Aerodrome Flight Information Service), sehingga keputusan terbang sepenuhnya di tangan pilot.
Pesawat lepas landas sekitar pukul 12.10 Wita dan sempat menyampaikan estimasi tiba di Tarakan sekitar pukul 13.15 Wita. Laporan terakhir yang diterima menyebutkan pesawat telah mencapai ketinggian sekitar 7.000 kaki sebelum akhirnya hilang kontak.
Tim TNI, Polri, Basarnas, serta masyarakat setempat bergerak cepat ke lokasi. Jenazah Captain Hendrik berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit Pratama Long Bawan. Rencananya, jika cuaca membaik, besok pagi jenazah akan diterbangkan ke Balikpapan dan kemudian ke Jakarta. Penyebab jatuhnya pesawat masih diselidiki oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). (Ade Prasetia)


