TARAKAN – Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan ramai diserbu pengunjung selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Lonjakan wisatawan ini sekaligus memunculkan sorotan terhadap kondisi fasilitas yang dinilai perlu segera dibenahi.
Pantauan di lokasi, kawasan wisata mangrove tersebut dipadati warga yang ingin menghabiskan libur awal tahun bersama keluarga. KKMB yang sempat sepi beberapa tahun terakhir kini kembali hidup dengan aktivitas pengunjung.
Sarifin, salah satu wisatawan, mengaku terakhir kali berkunjung ke KKMB sekitar enam tahun lalu. Dia datang kembali saat libur tahun baru untuk mengenalkan anak-anaknya pada satwa endemik Tarakan, bekantan.
“Pengunjung ramai, suasananya masih sejuk. Tapi beberapa fasilitas seperti jembatan kayu sudah mulai lapuk, WC juga terbatas,” ujar Sarifin, Minggu (4/1/2026).
Menurutnya, KKMB memiliki nilai strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai tempat wisata, tetapi juga kawasan konservasi dan ruang terbuka hijau kota. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah memberi perhatian lebih pada perawatan dan perbaikan infrastruktur.
“Sayang kalau potensi sebesar ini tidak didukung fasilitas yang memadai,” katanya.
Sementara itu, petugas KKMB Rachmawati menyebut jumlah pengunjung selama libur Nataru meningkat signifikan. Pada hari biasa, pengunjung berkisar 100 hingga 120 orang per hari, namun saat libur tahun baru bisa mencapai 400–500 orang.
“Setiap libur tahun baru memang selalu ramai. Apalagi cuaca juga mendukung,” ujarnya.
Meski dipadati wisatawan, tarif masuk KKMB masih tergolong terjangkau. Namun pengelola mengakui masih terdapat keterbatasan anggaran untuk memperbaiki fasilitas yang perlu dibenahi agar kenyamanan pengunjung dapat meningkat seiring tingginya minat masyarakat. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


