TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A Paliwang, menegaskan bahwa wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua (Kasulampua) memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, namun masih dihadapkan pada berbagai tantangan pembangunan.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Konsultasi Regional (Konreg) PDRB Kasulampua yang digelar di Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara di Tanjung Selor, Rabu (15/4/2026).
Menurut Zainal, meskipun kawasan Kasulampua memiliki peluang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat regional maupun nasional, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya keterbatasan, terutama dalam pemenuhan layanan dasar masyarakat.
“Wilayah Kasulampua ini kaya akan sumber daya alam, tetapi masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam pembangunan, khususnya layanan dasar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, secara geografis dan strategis, kawasan Kasulampua memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, termasuk penguasaan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan III yang menjadi jalur distribusi perdagangan dunia.
Tak hanya itu, Kalimantan Utara sebagai wilayah perbatasan negara juga memiliki nilai geopolitik dan geoekonomi yang sangat penting, karena berbatasan langsung dengan Sabah dan Sarawak, Negara Malaysia.
“Kondisi ini menjadikan Kaltara sebagai beranda depan Republik Indonesia yang memiliki peran strategis, baik dalam perekonomian maupun pertahanan negara,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai tantangan seperti ketimpangan pembangunan antarwilayah, keterbatasan infrastruktur, hingga produktivitas yang belum optimal.
Selain itu, perbedaan pertumbuhan pada 17 sektor pembentuk PDRB di tiap provinsi juga menjadi faktor yang memengaruhi struktur ekonomi daerah.
“Oleh karena itu, diperlukan perumusan kebijakan bersama agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Zainal berharap, melalui forum ini dapat dirumuskan sektor-sektor unggulan yang mampu menjadi penggerak utama ekonomi di kawasan Kasulampua, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


