Wabup Rendi Soroti 133 Kasus Kekerasan di Kukar

TENGGARONG – Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus meningkat. Sejak Januari hingga Agustus 2025, Mall Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (MPPA) Kukar mencatat 133 laporan yang masuk.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menilai angka tersebut menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Apalagi, kasus terbaru yang mencuat adalah dugaan pelecehan seksual di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Tenggarong Seberang, dengan korban yang masih di bawah umur.

“Ini hal serius yang harus kita pantau bersama. Ada 133 laporan kasus kekerasan sejak awal tahun, dan ini menunjukkan persoalan yang harus kita tangani segera,” kata Rendi, Jumat (15/8/2025).

Ia menegaskan, kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tidak boleh dibiarkan, terlebih di lembaga yang seharusnya membentuk akhlak dan karakter generasi muda.

“Kita ingin semua lembaga pendidikan, termasuk ponpes, benar-benar mencetak generasi yang baik. Tapi kalau justru terjadi kasus seperti ini, harus ada tindakan tegas,” ujarnya.

Rendi memastikan Pemkab Kukar akan mengawal proses hukum hingga tuntas dan mendorong aparat penegak hukum memberikan sanksi tegas kepada pelaku. Langkah ini, kata dia, penting untuk memastikan rasa aman bagi korban sekaligus menjaga marwah dunia pendidikan di Kukar. (adv)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER