UMKM Halal Kaltara Raup Rp 4,1 Miliar, Transaksi QRIS Dominan di KaShaFa 2026

TARAKAN — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan Kalimantan Utara Sharia Festival (KaShaFa) 2026 di Kota Tarakan.

Kepala Perwakilan BI Kaltara, Hasiando G. Manik, menyebutkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) halal menjadi salah satu yang paling terdorong selama gelaran tersebut.

Total omzet UMKM halal, termasuk selama rangkaian bazaar Road to KaShaFa hingga puncak acara pada Minggu (26/4/2026), tercatat mencapai Rp4,163 miliar. Capaian ini meningkat Rp1,564 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. “Peningkatan ini menunjukkan geliat ekonomi halal di Kaltara terus menguat,” ujar Hasiando, Senin (27/4/2026).

Selain dari sisi omzet, dominasi transaksi digital juga terlihat jelas sepanjang festival. Penggunaan QRIS tercatat mencapai lebih dari 80 persen dari total transaksi.

Menurut Hasiando, tingginya penggunaan QRIS mencerminkan semakin luasnya adopsi sistem pembayaran digital di masyarakat, termasuk di kalangan pelaku UMKM.

Tak hanya itu, BI Kaltara juga mendorong percepatan sertifikasi halal. Hingga April 2026, sebanyak 182 UMKM telah difasilitasi untuk memperoleh sertifikat halal sebagai bagian dari target nasional pada Oktober 2026.

Dari sisi akses pembiayaan, Pojok Pembiayaan Syariah yang dihadirkan dalam KaShaFa 2026 juga mencatat kinerja positif. Total pembiayaan syariah yang tersalurkan mencapai Rp5,73 miliar atau setara 191 persen dari target tahunan sebesar Rp3 miliar.

Penyaluran tersebut melibatkan sejumlah lembaga keuangan syariah, seperti Bank Syariah Indonesia, Bank Muamalat, serta Pegadaian Syariah dan BPD Kaltimtara.

KPwBI juga mencatat peningkatan literasi ekonomi syariah di Kalimantan Utara. Indeks literasi tercatat melampaui 75 persen, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 43,42 persen, didukung berbagai kegiatan edukasi yang melibatkan ratusan peserta.

Sebagai wilayah perbatasan, Kalimantan Utara juga didorong memanfaatkan kedekatan dengan Malaysia sebagai pasar ekspor produk halal, seiring adanya kerja sama saling pengakuan sertifikasi halal antarnegara.

Selain aspek ekonomi, KaShaFa 2026 juga menyentuh sektor sosial melalui kolaborasi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI), dalam program wakaf produktif untuk mendukung ketahanan pangan dan pengembangan ekowisata.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan menjadi penutup rangkaian KaShaFa 2026 yang telah berlangsung sejak Maret lalu.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER