TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan bersiap membuka seleksi peserta didik untuk Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), setelah seluruh tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP selesai. Program dari pemerintah pusat ini dikhususkan bagi siswa berprestasi yang diproyeksikan menjadi calon SDM unggul.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Tarakan, Edhy Pujianto, mengatakan Kota Tarakan menjadi satu dari 15 daerah di Indonesia yang dipercaya menyelenggarakan Sekolah Nasional Terintegrasi pada 2026.
“Program ini dibuka untuk jenjang SMP dan SMA. Masing-masing kuotanya 50 siswa dan memang diperuntukkan bagi anak-anak yang memiliki prestasi,” kata Edhy, Jumat (3/7/2026).
Dia menjelaskan, mekanisme seleksi akan mengacu pada jalur prestasi dalam SPMB. Penilaian tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga mempertimbangkan prestasi nonakademik hingga rekam jejak kepemimpinan calon peserta didik.
“Yang dinilai bukan hanya akademik, tetapi juga nonakademik. Bahkan ada kategori kepemimpinan. Jadi memang disiapkan untuk siswa-siswa yang memiliki potensi unggul,” ujarnya.
Meski telah ditunjuk sebagai daerah pelaksana, Disdik Tarakan belum membuka pendaftaran. Saat ini pihaknya masih menyelesaikan sejumlah persyaratan administrasi yang diwajibkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Edhy mengungkapkan, sedikitnya terdapat 12 dokumen administrasi yang harus dipenuhi sebelum tahapan penerimaan peserta didik dapat dimulai.
“Sekarang kami masih melakukan pemantapan administrasi. Ada sekitar 12 persyaratan administrasi yang harus kami lengkapi sesuai ketentuan dari kementerian,” jelasnya.
Setelah seluruh persyaratan tersebut rampung, Disdik Tarakan akan mengumumkan jadwal pendaftaran sekaligus mekanisme seleksi bagi calon peserta didik Sekolah Nasional Terintegrasi.
Program ini diharapkan menjadi wadah pembinaan siswa berprestasi agar mampu bersaing hingga ke jenjang pendidikan tinggi.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


