Soroti Wacana Peniadaan Layanan IGD 24 Jam di Kawasan Terpencil

BERAU – Sekretaris Komisi III DPRD Berau, Sumadi menyoroti serius wacana peniadaan pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam di sejumlah Puskesmas di tempat terpencil, yang kabarnya hanya akan dibuka sesuai jam kerja biasa yakni delapan jam.

Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan, terutama di daerah terpencil seperti kampung-kampung yang jauh dari rumah sakit, justru harus diperkuat, bukan dipangkas.

“Kami akan segera menindaklanjutinya dengan bertanya langsung ke Dinas Kesehatan. Apakah memang ada aturan baru, atau hanya rencana kebijakan? Kalau bisa, IGD tetap harus beroperasi 24 jam,” tegasnya

Ratna mengaku khawatir bahwa pengurangan jam operasional IGD dapat berdampak langsung pada keselamatan warga, khususnya yang tinggal jauh dari akses rumah sakit.

“Ini menyangkut nyawa. Kalau alasannya kekurangan tenaga medis, mari kita cari solusi bersama. Tapi jangan sampai pelayanan justru dikurangi. Harusnya ditingkatkan,” imbuhnya.

Dirinya juga menyinggung kondisi di Pulau Derawan, yang menurutnya sempat muncul wacana pembatasan operasional IGD hanya delapan jam. Namun, penolakan keras datang dari masyarakat setempat dan kepala kampung, yang menginginkan layanan tetap berlangsung selama 24 jam.

“Mereka justru minta tetap 24 jam. Apalagi Derawan dan Maratua itu daerah wisata. Harusnya pelayanannya lebih siaga dan lengkap,” tambahnya.

Ia berharap Dinas Kesehatan tidak hanya mempertimbangkan efisiensi anggaran atau jumlah tenaga kerja, tetapi juga memperhatikan kebutuhan nyata di lapangan.

“Kalau semua orang sehat mungkin tak masalah. Tapi ini masih banyak masyarakat yang butuh layanan cepat dan tanggap,” pungkasnya. (adv)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER