TENGGARONG — Pekan Paralympik Pelajar Kabupaten (Peparpekab) Kutai Kartanegara (Kukar) 2025 resmi berakhir pada Minggu (27/7/2025). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh puluhan atlet disabilitas dari lima sekolah di Kukar.
Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Tenggarong keluar sebagai juara umum dengan total 32 medali, terdiri dari 16 emas, 10 perak, dan 6 perunggu. Posisi kedua ditempati SKB Inklusi Tenggarong Seberang dengan 23 medali (6 emas, 8 perak, 9 perunggu).
Sedangkan peringkat ketiga diraih SLB Kukar Kelurahan Panji dengan 13 medali (1 emas, 5 perak, 7 perunggu), disusul SKH Bina Insan Mandiri Kelurahan Loa Ipuh di posisi keempat dengan 3 medali (1 emas, 2 perunggu), dan SLB Harapan Insani Loa Duri di posisi kelima dengan 1 medali perak.
Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kukar, Muhammad Bisyron, mengatakan para pemenang akan mewakili Kukar dalam Pekan Paralympik Pelajar Provinsi (Peparpeprov) Kalimantan Timur yang rencananya digelar di Kabupaten Kutai Timur pada September atau Oktober 2025.
“Peparpekab ini sekaligus menjadi ajang pencarian bibit dan persiapan menuju Peparpeprov,” ujar Bisyron.
Ia mengimbau para atlet tidak berpuas diri dengan hasil ini, dan bagi yang belum meraih medali agar terus berlatih mengasah kemampuan. Bisyron juga berharap atlet yang berlaga di Peparpeprov dapat menunjukkan performa terbaiknya demi kesempatan mengikuti Pekan Paralympik Nasional (Peparpenas) di Jakarta pada November 2025.
Peparpekab Kukar mempertandingkan dua cabang olahraga, yakni Boccia dan Atletik, dengan total 51 atlet yang bertanding dari lima sekolah. (Adv)


