Skema Berubah, Wali Kota Khairul Beberkan Progres Proyek Multiyears

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan mulai mematangkan sejumlah proyek pembangunan yang akan dibiayai melalui skema tahun jamak (multiyears), setelah mekanisme pelaksanaannya berubah. Jika sebelumnya proyek multiyears harus ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda), kini cukup menggunakan nota kesepakatan bersama (Memorandum of Understanding/MoU) antara pemerintah daerah dan DPRD.

Perubahan mekanisme tersebut mengacu pada ketentuan terbaru Kementerian Dalam Negeri, yang memberikan fleksibilitas bagi pemerintah daerah dalam menjalankan proyek sesuai kemampuan keuangan daerah. Dengan skema baru ini, pemerintah tidak lagi harus menunggu proses pembentukan Perda yang membutuhkan waktu cukup panjang.

Wali Kota Tarakan, H. Khairul, mengatakan kepastian regulasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk melanjutkan tahapan sejumlah proyek strategis yang telah direncanakan.

“Belum ada pekerjaan fisik yang berjalan. Sekarang kita menyusun tahapan perencanaan dan proses teknisnya,” ujar Khairul usai Rapat Paripurna DPRD Kota Tarakan, Selasa (4/8/2026).

Khairul menjelaskan, terdapat empat proyek yang dipersiapkan melalui skema multiyears, yakni pembangunan Pasar Sebengkok, fasilitas cold storage, kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem), serta sirkuit road race dan grasstrack.

Menurutnya, penggunaan MoU membuat pelaksanaan proyek menjadi lebih fleksibel dibandingkan Perda, karena dapat disesuaikan dengan perkembangan kemampuan fiskal daerah.

“Kalau menggunakan Perda, sifatnya mengikat. Sementara kemampuan keuangan daerah bisa berubah. Dengan MoU, pelaksanaannya lebih fleksibel,” katanya.

Salah satu proyek yang kini mulai dimatangkan adalah pembangunan sirkuit road race dan grasstrack di kawasan Pantai Amal. Pemerintah telah menyiapkan lahan seluas sekitar enam hektare untuk pembangunan fasilitas tersebut.

Pembangunan sirkuit diperkirakan membutuhkan anggaran lebih dari Rp50 miliar. Pada tahap awal, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp19 miliar untuk pembangunan badan lintasan.

“Yang penting sudah menjadi arena untuk latihan maupun pertandingan. Memang dirancang berstandar internasional, tetapi pada tahap awal belum dilengkapi tribun penonton,” ujar Khairul.

Pembangunan sirkuit direncanakan menggunakan skema multiyears selama sedikitnya dua tahun. Apabila dimulai pada 2026, proyek tersebut ditargetkan selesai paling cepat pada 2027.

Selain sirkuit, Pemkot Tarakan juga mulai mempersiapkan pembangunan kawasan Puspem. Tahap awal akan difokuskan pada pembangunan gedung sekretariat atau kantor wali kota beserta jalan arteri menuju kawasan tersebut.

“Pusat pemerintahan juga kami sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Kemungkinan yang pertama dibangun adalah kantor wali kota,” kata Khairul.

Di kawasan Puspem juga direncanakan pembangunan fasilitas pendukung, seperti Sekolah Rakyat dan MAN Terpadu. Total kebutuhan anggaran pembangunan kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp400 miliar, yang akan dialokasikan secara bertahap selama lima tahun. Pada tahap awal, pemerintah merencanakan menganggarkan sekitar 10 persen dari total kebutuhan, sebagai dana awal pembangunan.

Selain Puspem dan sirkuit, pembangunan Pasar Sebengkok serta fasilitas cold storage juga masuk dalam daftar proyek multiyears, yang akan dilaksanakan secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER