TARAKAN – Sirkuit grasstrack di kawasan Pantai Amal, Tarakan, mulai dipadati pembalap meski ajang balap baru dijadwalkan berlangsung pada 19–20 September 2026. Antusiasme tersebut terlihat dari aktivitas latihan yang hampir setiap hari dilakukan di lintasan yang masih dalam tahap penyempurnaan.
Ketua Bidang Roda Dua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Utara (Kaltara), Djadjang Rimawanta, mengatakan jumlah pembalap yang datang berlatih terus meningkat. Bahkan pada akhir pekan, peserta latihan mencapai sekitar 80 orang.
“Hampir setiap hari ada yang latihan di sana karena antusiasme yang tinggi setelah lama vakum. Hari Minggu saja yang latihan bisa mencapai 80 pembalap,” ujarnya, Selasa (15/9/2026)
Menurut Djadjang, tingginya minat pembalap menjadi pertanda positif bagi kembalinya ajang grasstrack di Tarakan setelah vakum sekitar empat tahun. Panitia pun menargetkan sekitar 180 pembalap dari Tarakan, kabupaten/kota di Kalimantan Utara, hingga luar provinsi ikut ambil bagian dalam perlombaan tersebut.
Di sisi lain, persiapan lintasan terus dikebut. Sirkuit yang berada di Kelurahan Pantai Amal, tepatnya di samping Ratu Intan, masih dirapikan menggunakan alat berat untuk menyempurnakan sejumlah bagian lintasan dan area penonton.
“Berm sudah ada, excavator sudah masuk merapikan pinggir lintasan untuk penonton, termasuk merapikan jumping, tabletop, dan berm,” katanya.
Dia menjelaskan, lintasan memiliki panjang sekitar 780 meter dengan lebar rata-rata 8 meter. Sementara pada bagian garis start, lebar lintasan dibuat mencapai sekitar 20 meter, agar memberi ruang lebih luas bagi pembalap saat memulai balapan.
Sirkuit tersebut juga memiliki sembilan tikungan yang dirancang cukup lebar, sehingga memudahkan pembalap bermanuver. Sejumlah rintangan seperti jumping, tabletop, dan berm turut disiapkan untuk menambah tingkat kesulitan lintasan.
Sebelum digunakan pada ajang resmi, lintasan telah diuji coba oleh sejumlah pembalap. Dari hasil evaluasi, masih ada beberapa bagian yang akan disempurnakan, terutama pada area berm yang dinilai perlu disesuaikan dengan karakter lintasan.
“Kemarin sudah sempat diuji coba. Saat lintasan kering jalurnya bagus, tetapi setelah diguyur hujan karakternya berubah. Dari hasil uji coba itu, para pembalap meminta berm sedikit diperbaiki agar lebih optimal saat balapan,” jelasnya.
Untuk sementara, lintasan tersebut dimanfaatkan sebagai arena grasstrack setelah mendapat izin penggunaan lahan dari Pemerintah Kota Tarakan. Ke depan, kawasan tersebut juga direncanakan menjadi lokasi pembangunan sirkuit road race.
“Pembangunan sirkuit road race kan belum ada. Kemarin kami sudah izin ke Pak Wali Kota, untuk menggunakan lahannya sebagai event grasstrack terlebih dahulu,” pungkasnya.
Pewarta: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


