Simulasi Tangguh Bencana di Kampung Empat Tarakan, Warga Dibekali Kesiapsiagaan

TARAKAN – Sebanyak 50 orang yang terdiri dari 30 Kelompok Kerja (Pokja) dan 20 relawan mengikuti Simulasi Pos Komando Penanggulangan Bencana di halaman Kantor Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan, pada Sabtu (23/8/2025).

Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Pemkot Tarakan, Ajat Jatnika, menegaskan pentingnya simulasi sebagai cermin kesiapan saat bencana nyata terjadi. “Simulasi ini menjadi bagian yang sangat penting karena pada saat kejadian itulah, ini cerminnya pada saat simulasi ini akan terlihat. Ketika nanti ada bencana itu, kesiagaan itu akan terlihat pada saat simulasi ini,” katanya.

Kepala BPBD Tarakan, Yonsep, menyebut kegiatan ini berasal dari anggaran Pemkot Tarakan yang sudah tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) BPBD, serta merupakan bagian dari kolaborasi dengan Pertamina.

Kegiatan ini penting, lantaran menjadi bekal bagi warga untuk sigap saat terjadi bencana. “Jadi disinilah kita membutuhkan latihan, supaya untuk melakukan penanganan kebencanaan itu bisa terkoordinir dengan baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, kelurahan tangguh bencana di Tarakan saat ini sudah ada di Sebengkok, Juata dan Kampung Empat.

“Ke depan tetap berjalan, karena ini merupakan bagian dari SPM-nya BPBD juga, Standar Pelayanan Minimal, terhadap edukas,” ungkapnya.

Konsep simulasi ini pun telah dibahas bersama Wali Kota Tarakan. Wali Kota Tarakan, Khairul pun meminta agar kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Kampung Empat.

Dukungan juga datang dari Pertamina. Suptent HSSE Tarakan Field, Ahmad Supriadi, menyebut kerja sama dengan Pemkot Tarakan telah diperbarui. “Kita sudah renewable ya, sudah diperbarui per tanggal 20 Agustus kemarin, sudah tanda tangannya antara Pak Wali Kota dengan Bapak Film Manager Pertamina Tarakan,” ungkapnya.

Pertamina turut terlibat melalui pelaksanaan joint drill sesuai skenario keadaan darurat terburuk. “Contohnya, beberapa bulan sebelumnya kita melakukan drill terkait gempa ya, nah saat ini tanah longsor, artinya itu adalah potensi-potensi bahaya yang nyata yang dapat terjadi di Tarakan.

Alasan melakukan drill supaya kita meningkatkan skill dan kompetensi teman-teman, saat terjadi keadaan darurat yang sebenarnya entah itu tanah longsor ataupun kebakaran, ataupun gempa, kita sudah aware, sudah siap untuk melakukan tindakan. Bagaimana sih, dimana titik kumpulnya, bagaimana kita penanganannya, kita sudah well prepared seperti itu,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Tujuannya untuk melakukan pelatihan, sehingga tercipta masyarakat yang memang tangguh terhadap bencana.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER