TARAKAN – Komisi IV DPRD Kalimantan Utara meminta seluruh sertifikat yang digunakan pada jalur prestasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 diverifikasi ulang. Langkah itu dilakukan menyusul adanya aduan masyarakat terkait proses seleksi jalur prestasi di sejumlah SMA.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Syamsuddin Arfah, mengatakan verifikasi tidak hanya dilakukan di SMA Negeri 1 Tarakan yang belakangan menjadi sorotan, tetapi juga berlaku bagi seluruh SMA di Kalimantan Utara.
Menurutnya, hingga kini DPRD belum menemukan bukti adanya pelanggaran dalam pelaksanaan jalur prestasi. Namun, banyaknya laporan yang diterima menjadi dasar untuk meminta pengecekan ulang terhadap seluruh dokumen yang digunakan peserta.
“Kami meminta verifikasi ulang untuk memastikan dokumen dan seluruh proses yang terkait dengan jalur prestasi benar-benar sesuai ketentuan. Ini bukan karena sudah ada bukti pelanggaran, tetapi karena banyak masukan yang masuk ke DPRD sehingga perlu dilakukan pengecekan,” kata Syamsuddin usai rapat evaluasi SPMB bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara di SMA Negeri 1 Tarakan, Senin (29/6/2026).
Dia menjelaskan, verifikasi dilakukan untuk memastikan keabsahan sertifikat maupun pihak yang menerbitkan dokumen tersebut. Hal itu penting, karena sertifikat pada jalur prestasi memiliki pengaruh besar terhadap hasil seleksi melalui tambahan nilai yang diperoleh peserta.
“Kami ingin semuanya terbuka dan objektif. Kalau memang dokumennya sah dan sesuai aturan, tentu tidak ada masalah dan proses bisa dilanjutkan,” ujarnya.
Syamsuddin juga meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan adanya praktik kecurangan, termasuk isu mengenai “sertifikat tempelan” yang ramai diperbincangkan. Menurutnya, seluruh dugaan harus dibuktikan melalui proses verifikasi yang objektif.
“Jangan sampai ada asumsi yang berkembang tanpa dasar yang jelas. Karena itu perlu dilakukan verifikasi ulang terhadap seluruh dokumen yang menjadi perhatian masyarakat,” tegasnya.
Meski masih terdapat sejumlah catatan dalam pelaksanaan SPMB, Syamsuddin menilai proses penerimaan murid baru tahun ini secara umum lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia menyebut sejumlah rekomendasi hasil evaluasi yang disampaikan DPRD, telah dijalankan oleh penyelenggara sehingga pelaksanaan SPMB menjadi lebih objektif.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


