TARAKAN – Minat masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat di Kota Tarakan masih tergolong rendah pada tahap awal pelaksanaannya. Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan tetap optimistis, jumlah peserta didik akan meningkat seiring perkembangan program dan pembangunan fasilitas yang lebih representatif.
Program yang digagas pemerintah pusat ini terus berjalan dan saat ini masih dalam tahap pengembangan, termasuk pembangunan gedung permanen yang ditargetkan rampung tahun ini.
Wali Kota Tarakan, Khairul, mengatakan kondisi minimnya jumlah siswa pada tahun pertama merupakan hal yang wajar. Menurutnya, keraguan masyarakat, terutama terkait sistem asrama, menjadi salah satu faktor utama.
“Kalau tahun lalu itu awal-awal, tentu masih banyak yang ragu. Biasanya begitu, ada orang tua yang belum mau melepaskan anaknya masuk asrama,” ujar Khairul, Kamis (30/4/2026).
Dia menjelaskan, persepsi masyarakat diperkirakan akan berubah setelah melihat langsung perkembangan program dan pengalaman siswa yang sudah lebih dulu bergabung. “Ada juga yang awalnya tidak mau, tapi mungkin nanti setelah dengar cerita dari teman-temannya yang sudah masuk dan melihat kondisi sekolahnya, saya kira minat akan meningkat,” katanya.
Pemerintah Kota Tarakan menargetkan gedung Sekolah Rakyat yang saat ini dibangun, dapat mulai difungsikan pada Agustus 2026, bertepatan dengan tahun ajaran baru. “Kalau nanti gedungnya sudah bagus, saya kira kita optimistis jumlah murid bisa sesuai target,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Tarakan, Arbain, menyebut jumlah tersebut terdiri dari 42 siswa SD dan 27 siswa SMP. Angka ini masih fluktuatif dan belum mendekati target awal. “Targetnya 150 siswa SD dan 50 siswa SMP. Tapi sampai sekarang totalnya baru 69 siswa, masih jauh dari harapan,” kata Arbain, Senin (27/4/2026).
Dia menjelaskan, minimnya peminat dipengaruhi waktu pembukaan program yang berbarengan dengan pendaftaran sekolah umum. Saat itu, kepastian operasional Sekolah Rakyat juga belum jelas, sehingga orang tua memilih jalur yang lebih pasti.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


