spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Safari Natal Ditiadakan, Keterbatasan Anggaran jadi Penyebab

TANJUNG SELOR – Safari Natal yang rutin dilaksanakan di Bulungan setiap tahunnya sangat dinantikan oleh masyarakat Nasrani. Namun, pada tahun ini, tradisi itu harus ditiadakan lantaran keterbatasan anggaran pemerintah.

Wakil Bupati Bulungan, Ingkong Ala menjelaskan, tak ada alokasi anggaran untuk pelaksanaan Safari Natal tahun ini. Masalah keuangan bukanlah satu-satunya hal yang menyebabkan diabolisnya tradisi Safari Natal. Acara tersebut seringkali bertabrakan dengan undangan dari jemaat lainnya.

“Meskipun Safari Natal ditiadakan, silaturahmi dan kebersamaan tetap menjadi hal yang penting,” ucap Ingkong Ala, Senin (4/11/2023).

Selain itu, peran daripada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bulungan sangat penting dalam menjaga dan mempererat kerukunan antar umat beragama, terutama menjelang tahun politik.

FKUB Bulungan, kata dia, memiliki peran penting dalam memperkuat kesadaran bertoleransi dan mendorong dialog yang jujur serta terbuka antar umat beragama di daerah.

“Forum ini dapat membantu mendorong penciptaan lingkungan yang harmonis, di tengah banyaknya tantangan sosial dan politik,” tuturnya.

Dalam menjalankan tugasnya, FKUB harus memperhatikan kepentingan dan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat dan mengedepankan prinsip persamaan dan keadilan. Selain itu, FKUB dapat bekerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah dan organisasi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman antar umat beragama dan meningkatkan toleransi sosial.

Baca Juga:   Gelar Perkara Soal Kematian Walpri, Polda Kaltara Periksa 14 Orang Saksi

“Kita semua tahu, bahwa toleransi dan persaudaraan adalah hal yang sangat dibutuhkan di era ini. Konflik dan perselisihan kerap kali terjadi. Namun, dengan memperkuat kerukunan antar umat beragama, kita dapat mencegah konflik dan memperbaiki hubungan sosial,” ucapnya.

“Kita perlu ingat, bahwa toleransi dan persaudaraan tidak hanya penting pada masa Natal, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, mari kita jaga kerukunan antar umat beragama dan memperkuat hubungan sosial tanpa harus menunggu tradisi dan kepercayaan masing-masing,” tandasnya. (tin/and)

Editor: Andhika

BERITA POPULER