TARAKAN – Keluarga pasien yang menjalani perawatan di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan kini memiliki tempat singgah yang lebih layak. Sebuah rumah singgah gratis resmi dibuka di Jalan Pulau Irian, Kelurahan Kampung Satu Skip, Kecamatan Tarakan Tengah, tepat di dekat rumah sakit, Senin (1/6/2026).
Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Utara, Hj. Rahmawati Zainal, mengatakan keberadaan rumah singgah tersebut dilatarbelakangi kondisi yang sering dialami keluarga pasien saat mendampingi kerabat mereka berobat.
Menurutnya, banyak pendamping pasien yang datang dari daerah pelosok, wilayah 3T, maupun luar Kota Tarakan harus bertahan di rumah sakit selama berhari-hari dengan fasilitas istirahat yang terbatas.
“Saya sering melihat pengantar pasien justru ikut sakit. Mereka tidur di musala, di bangku rumah sakit, atau tempat seadanya. Ketika pasien sembuh, yang menjaga malah sakit,” ujarnya.
Karena itu, rumah singgah dihadirkan untuk memberikan tempat istirahat yang nyaman bagi keluarga pasien, selama menjalani masa pendampingan pengobatan.
Hj. Rahmawati menegaskan, fasilitas tersebut dapat digunakan secara gratis. Prioritas diberikan kepada keluarga pasien yang berasal dari luar Kota Tarakan maupun daerah lain, yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama proses pengobatan.
“Yang penting memang keluarga pasien atau warga yang sedang mengalami kondisi darurat. Semua fasilitas ini gratis,” katanya.
Rumah singgah tersebut, kata dia, memiliki 14 kamar dengan empat kamar mandi, masing-masing dua unit di lantai bawah dan dua unit di lantai atas. Penghuni diharapkan dapat menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas secara bersama-sama.
Sementara itu, Plt Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, menyambut baik kehadiran rumah singgah tersebut. Menurutnya, fasilitas ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan akses penginapan layak di dekat rumah sakit.
Dia menilai lokasi rumah singgah yang berada tidak jauh dari RSUD dr. H. Jusuf SK sangat membantu keluarga pasien, terutama ketika menghadapi situasi darurat yang membutuhkan kehadiran anggota keluarga dalam waktu cepat.
“Kadang-kadang faktor psikologis sangat berpengaruh terhadap kesembuhan pasien. Kehadiran keluarga bisa menjadi semangat tersendiri bagi pasien yang sedang dirawat,” ujarnya.
Ibnu berharap rumah singgah tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, serta dikelola secara bersama agar tetap nyaman dan memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga pasien yang datang ke Tarakan untuk berobat.
“Ini menjadi bentuk kehadiran dan kepedulian kepada masyarakat. Mudah-mudahan bisa membantu keluarga pasien yang membutuhkan tempat singgah yang layak selama mendampingi anggota keluarganya berobat,” pungkasnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


