TARAKAN – Keterbatasan ruang belajar di SMKN 4 Tarakan menjadi perhatian serius. Sekolah tersebut dikabarkan masih membutuhkan puluhan Ruang Kegiatan Belajar (RKB) untuk menunjang proses pembelajaran yang layak, seiring bertambahnya jumlah siswa setiap tahun.
Perwakilan Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dasmen), sekaligus Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara (BPMP Kaltara), Andrianus Hendro Triatmoko, membenarkan telah menerima informasi terkait kondisi tersebut.
“Beberapa informasi sudah masuk ke saya. Tentu data-data itu akan kami kumpulkan terlebih dahulu. Kami akan melihat secara objektif kebutuhan ruang kelasnya,” ujar Andrianus, Minggu (1/3/2026).
Dia menegaskan, jika hasil verifikasi menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk penambahan ruang belajar, maka hal itu akan menjadi perhatian untuk diusulkan sesuai mekanisme yang berlaku di kementerian.
“Komitmen kami di PAUD Dasmen dan BPMP adalah memastikan setiap peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, termasuk dari sisi sarana dan prasarana seperti ruang belajar,” tegasnya.
Meski demikian, Andrianus mengaku belum mengetahui secara detail terkait informasi anggaran yang disebut telah dialokasikan sebelumnya. “Saya belum detail terkait itu. Kami akan pastikan lagi melalui verifikasi agar mendapatkan gambaran yang menyeluruh,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMKN 4 Tarakan, Aliyas Imran, mengakui sekolahnya masih mengalami keterbatasan ruang kelas. Dia membenarkan adanya keluhan orang tua siswa yang sempat viral di media sosial.
“Memang ada keterbatasan ruang. Untuk sementara, sebagian kegiatan belajar memanfaatkan bangunan bekas gudang milik salah satu supermarket di sekitar sekolah,” jelas Aliyas.
Saat ini, SMKN 4 Tarakan baru memiliki tiga ruang kelas permanen yang dinilai layak dan dilengkapi pendingin ruangan (AC) yang dibangun pada 2022.
Sementara sejumlah bangunan lain seperti laboratorium dua lantai, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, bahkan musala sekolah terpaksa difungsikan sebagai ruang belajar untuk mengatasi kekurangan ruang.
Pihak sekolah berharap ada dukungan konkret agar kebutuhan ruang belajar dapat segera terpenuhi demi kenyamanan dan kualitas proses pembelajaran siswa. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


