Ruang Kelas Sekolah Rakyat Sudah Siap, Tapi Pembelajaran Belum Dimulai

TARAKAN – Proses rehabilitasi gedung milik Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) yang dialihfungsikan sebagai ruang kelas, asrama, kantor, unit kesehatan sekolah, dan laboratorium bagi Sekolah Rakyat telah rampung. Seluruh fasilitas kini siap ditempati oleh murid maupun guru.

“Kami ketempatan sebagai sekolah rakyat yang sifatnya sementara, Alhamdulillah sudah kita siapkan sesuai permintaan awal, ada 4 ruang kelas atau belajar dan saat ini sudah siap digunakan, karena sudah dilengkapi dengan meja, bangku, papan tulis dan lain sebagainya,” terang Kepala Disperinaker Tarakan, Agus Sutanto, Rabu (30/8/2025).

Agus menambahkan, ruang asrama juga telah tersedia. Awalnya hanya mampu menampung 80 anak, namun bangunan bekas rumah dinas kini difungsikan sebagai tambahan asrama untuk menampung 20 anak.

“Semua sudah kita renovasi dan siap digunakan termasuk ruang makan menggunakan dua tempat, selain itu ada juga kita perbaiki ruangan untuk guru, kantor, laboratorium, dan lain sebagainya. Tetapi untuk kelengkapannya kurang tahu ya, itu nanti Dinas Sosial yang akan mengkoordinasikan dengan pusat,” jelasnya.

Selain itu, tiga rumah dinas guru juga telah direnovasi dan siap ditempati. Seluruh fasilitas tersebut berada di lingkungan Kantor Disperinaker serta Lembaga Latihan Kerja (LLK) Tarakan.

“Lingkungan kita ini sudah tertutup pagar keliling, pengamanan juga sudah ada. Tetapi kalau dari sekolah rakyat sekiranya perlu ada tambahan peningkatan keamanan tidak masalah, bisa disesuaikan. Selama ini, kita juga sudah sering melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial maupun Dinas Pendidikan Tarakan, terkait dengan sekolah rakyat ini,” tambah Agus.

Meski fasilitas telah siap, proses pembelajaran belum bisa dimulai. Kepala Dinas Pendidikan Tarakan, Tamrin Toha, menyebut Sekolah Rakyat dijadwalkan mulai beroperasi awal September 2025 dengan jumlah siswa 100 orang.

“Tapi sampai sekarang belum ada informasi ya. Kita menunggu petunjuk selanjutnya dari Kementerian Sosial,” kata Tamrin.

Dia menjelaskan, kebutuhan guru akan direkrut dari PNS atau P3K yang ada di Kota Tarakan. Namun, kepastian mengenai hal itu juga masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat.

Sementara untuk posisi kepala sekolah, sudah ada nama yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial RI. Dari delapan kandidat yang diajukan, kini hanya tersisa satu nama, yakni Marissa Auliah, guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 2 Tarakan.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER