TARAKAN – Kawasan RT 5, Kelurahan Lingkas Ujung, Kecamatan Tarakan Timur, disebut sebagai daerah rawan longsor. Warga diminta waspada, terutama saat hujan deras yang berpotensi memicu pergerakan tanah.
Ketua RT 5, Mulyani, mengungkapkan terdapat tiga titik rawan longsor di wilayahnya, mulai dari bagian depan hingga ke area perbukitan di atas permukiman warga. “Di sini memang rawan longsor. Ada tiga titik yang jadi perhatian, dari depan sampai ke atas,” ujar Mulyani, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, kejadian longsor terbaru terjadi sekitar pukul 05.30 Wita. Informasi awal diterima dari warga yang mendengar suara gemuruh dari arah belakang rumah. “Warga sempat mengira gempa karena suaranya keras. Tapi setelah dilihat, ternyata tanah di belakang rumah sudah longsor,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, longsor sudah beberapa kali melanda kawasan tersebut.
“Sekitar 10 tahun lalu pernah terjadi, kemudian dua tahun lalu juga ada di titik lain. Memang hampir sepanjang wilayah ini rawan,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu faktor penyebab longsor adalah belum meratanya pembangunan siring atau penahan tanah. “Baru sebagian yang dipasang siring, itu pun belum sampai ke belakang. Jadi kalau hujan deras, tanah di atas bisa turun karena sudah menggantung,” ungkapnya.
Pihaknya pun mengaku sudah beberapa kali mengusulkan penanganan, termasuk pembangunan siring dan program bedah rumah, namun belum terealisasi secara menyeluruh. “Sudah dua kali kami usulkan, tapi masih proses. Kami diminta menunggu,” ujarnya.
Pasca kejadian terbaru, petugas dari instansi terkait telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan. Penanganan sementara direncanakan berupa pemasangan terpal untuk mengantisipasi longsor susulan.
Warga berharap ada langkah konkret dari pemerintah agar persoalan longsor di kawasan tersebut bisa segera ditangani secara permanen.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


