TENGGARONG – Menjelang puncak Pesta Adat Erau 2025, Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin mengimbau masyarakat agar ikut menjaga ketertiban dan menghormati nilai sakral tradisi Belimbur. Momen siram air ini menjadi penutup perayaan Erau dan memiliki makna mendalam bagi masyarakat Kutai.
Rendi menuturkan, Belimbur bukan sekadar perayaan rakyat yang penuh keceriaan, tetapi juga simbol penyucian diri dan rasa syukur atas anugerah yang telah diterima sepanjang tahun. Karena itu, ia meminta peserta menjaga suasana agar tetap tertib dan tidak melenceng dari nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur.
“Belimbur adalah warisan luhur, bukan sekadar pesta air. Mari kita rayakan dengan cara yang santun dan saling menghormati,” ujarnya.
Ia menegaskan, masyarakat harus mematuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kukar dan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, terutama dalam penggunaan air bersih dan alat yang aman saat prosesi berlangsung.
“Gunakan air bersih, jangan menggunakan benda keras atau air kotor. Semua sudah diatur dalam edaran resmi, tinggal kita patuhi bersama,” jelas Rendi.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar warga menghindari tindakan yang bisa mencoreng makna tradisi, seperti kekerasan atau perilaku tidak sopan selama acara berlangsung. Menurutnya, keamanan dan kenyamanan peserta adalah kunci agar Belimbur tetap menjadi kebanggaan masyarakat Kutai.
“Kalau semua tertib, suasana akan jauh lebih meriah dan membawa berkah bagi kita semua. Mari jaga nama baik Kukar dengan perilaku yang berbudaya,” pungkasnya. (Adv)


