TANJUNG SELOR – Dewasa ini, keberadaan media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Banyak orang menghabiskan waktu dengan menggulir lini masa, bahkan menjadikan media sosial sebagai tempat mencurahkan segala hal, termasuk masalah pribadi yang seharusnya tidak menjadi konsumsi publik.
Melihat fenomena tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Srikandi Pemuda Pancasila (PP) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bulungan menggagas kolaborasi untuk mendorong masyarakat lebih bijak dalam bermedia sosial melalui diseminasi informasi yang bertanggung jawab.
Ketua PWI Bulungan, Fathu Rizqil Mufid, yang menjadi narasumber dalam kegiatan itu, mengajak para peserta untuk menjadi pelopor penyebaran informasi yang bersifat edukatif dan mencerahkan.
Ia menekankan pentingnya memahami diseminasi sebagai proses penyebaran informasi, ide, hingga hasil penelitian kepada kelompok target secara tepat.
“Kita sekarang hidup di era banjir informasi. Karena itu, saya mengajak semua pihak, khususnya generasi muda, untuk mampu menyaring informasi dan menyebarkan hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya.
Rizqi juga mengingatkan pentingnya kurasi, akurasi, etika, literasi digital, keseimbangan informasi, dan keamanan dalam pengelolaan media sosial. “Setiap informasi yang ingin dibagikan harus melewati proses kurasi, memastikan akurasinya, dan mempertimbangkan dampaknya,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPW Srikandi PP Kaltara, Lili Suryani, menegaskan bahwa media sosial telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa segala aktivitas di dunia digital meninggalkan jejak yang harus bisa dipertanggungjawabkan.
“Media sosial memang memudahkan komunikasi, tapi kita harus sadar ada sisi negatifnya juga. Karena itu, bijak bermedia sosial adalah kunci agar tidak terjebak dalam hal-hal yang merugikan,” tuturnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran digital di tengah masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadi agen perubahan dalam menciptakan ruang digital yang sehat, edukatif, dan bertanggung jawab. (tin/and)
Reporter: Martinus
Editor: Andhika


