Program MADYA Diluncurkan, Target Cetak SDM Kompeten di Desa

TANJUNG SELOR –  Pemerintah Kabupaten Bulungan resmi meluncurkan program prioritas MADYA (Muda Berdaya, Muda Berkarya). ‎Program ini didedikasikan sebagai wadah resmi untuk mengakomodasi dan mendengarkan aspirasi serta kreativitas generasi muda di Kabupaten Bulungan.

‎‎​Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bulungan, Syarwani, usai kick-off program MADYA di Ruang Tenguyun Kantor Bupati Bulungan,belum lama ini.

Bupati Syarwani menyambut baik respon positif dari anak-anak muda yang hadir dan menunjukkan antusiasme untuk terlibat dalam pembangunan daerah.

‎”Program MADYA ini menjadi satu di antara 15 program prioritas dengan komitmen Pemda, bahwa ini adalah merupakan wadah dari aspirasi generasi muda, anak-anak muda yang ada di Kabupaten Bulungan, yang harus diakomodasi, yang harus didengarkan oleh pemerintah daerah,” ujar Bupati Syarwani.

‎​Menurut Bupati, kreativitas anak muda Bulungan sangat beragam, tidak hanya terbatas pada seni. Program MADYA dirancang untuk menyalurkan berbagai potensi, mulai dari ajang kreativitas seni hingga kegiatan peningkatan pengetahuan seperti cerdas cermat dan lomba mewarnai bagi siswa sekolah.

‎​”Ini kan menjadikan sebuah tempat menyalurkan kreativitas yang dimiliki oleh anak-anak yang ada di Kabupaten Bulungan,” jelasnya, menambahkan bahwa program ini diorganisir oleh kawan-kawan muda yang tergabung dalam tim MADYA.

‎​Bupati berharap program MADYA dapat menjangkau seluruh 10 kecamatan yang ada di Bulungan, dengan target capaian yang spesifik dan terukur di tingkat desa.

‎​”Target kita salah satunya adalah minimal satu desa memiliki tiga SDM kompeten,” tegas Syarwani.

‎‎​Ia memberikan contoh nyata implementasi target tersebut, khususnya di Koridor Barat yang tengah fokus pada pembangunan kawasan pertanian terpadu.

‎​”Misalnya di Koridor Barat, yang meliputi 10 desa, nanti ada semacam peningkatan dan keterlibatan anak-anak muda di masing-masing desa, minimal tiga, yang diberikan penguatan dan pelatihan di bidang pertanian,” papar Syarwani.

‎​Harapannya, generasi muda yang dilatih ini akan menjadi aset penting desa dalam rangka pengembangan kegiatan-kegiatan pertanian di wilayahnya, memastikan keberlanjutan pembangunan yang berbasis pada potensi lokal. (*)

Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER