
BERAU – Pola pembinaan atlet menjadi sorotan Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah. Dirinya meminta adanya pembenahan agar atlet merasa dihargai dalam membela nama baik daerah mereka.
Dinilai Liliansyah, selama ini atlet tidak merasakan keamanan, kepastian dan kesejahteraan jangka panjang, sehingga mereka akan terus menerima tawaran daerah lain yang memberikan perhatian lebih besar.
“Ini bukan sekadar soal mereka dibayar berapa. Ini tentang apakah mereka dihargai, diberi kepastian masa depan, dan diperlakukan sebagai aset daerah,” tegasnya.
Liliansyah mengatakan minat masyarakat terhadap olahraga sebenarnya sangat tinggi. Komunitas bermunculan, cabang-cabang seperti atletik makin berkembang, tapi pertumbuhan itu tidak dibarengi dukungan pembinaan yang sepadan.
“Prestasi tak lahir dari semangat saja. Harus ada sistem yang menopang. Jika diabaikan, maka tak bisa berharap atlet bertahan,” ujarnya.
Dia mendorong adanya strategi pembinaan yang lebih serius antara Dispora dan KONI Berau, termasuk pemetaan kebutuhan anggaran yang benar-benar sesuai kondisi lapangan.
Menjelang Porprov 2026 dan target menuju PON 2028, Liliansyah meminta evaluasi besar-besaran dilakukan sejak sekarang, bukan hanya demi prestasi, tetapi demi menjaga atlet-atlet terbaik agar tetap mengabdi untuk Berau.
“Kita harus memastikan mereka melihat masa depan di sini, bukan di daerah lain. Bersamaan itu, pembinaan bibit muda harus dipersiapkan dari usia dini,” pungkasnya. (adv)


