Perlindungan Anak Jadi Prioritas, Pemkab Berau Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Kekerasan

BERAU – Kasus kekerasan dan pelanggaran hak anak yang masih terjadi di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Berbagai upaya kini terus diperkuat, salah satunya dengan membangun sinergi lintas sektor guna menciptakan sistem perlindungan anak yang lebih efektif, terpadu, dan berkelanjutan.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Saya sangat berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki satu visi dan komitmen yang kuat demi memperkokoh perlindungan anak-anak kita di Kabupaten Berau,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberhasilan upaya perlindungan anak sangat bergantung pada kolaborasi yang solid antara berbagai pihak. Mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, tokoh adat dan tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, media massa, hingga masyarakat secara luas harus memiliki peran aktif dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak.

Meski demikian, Sri Juniarsih menekankan bahwa keluarga tetap menjadi benteng pertama dan utama dalam membentuk karakter serta memberikan rasa aman bagi anak. Pola pengasuhan yang baik dinilai menjadi fondasi penting untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan maupun pelanggaran hak anak sejak dini.

“Walaupun keluarga tetap memegang peran krusial sebagai fondasi utama tempat anak tumbuh dan berkembang,” jelasnya.

Menurutnya, langkah preventif harus menjadi fokus utama dibandingkan hanya melakukan penanganan setelah kasus terjadi. Karena itu, edukasi kepada masyarakat mengenai pola asuh positif, pemenuhan hak anak, serta pentingnya menciptakan lingkungan yang aman harus terus digencarkan.

“Mencegah itu selalu lebih baik daripada menangani. Edukasi ke masyarakat harus kita dorong terus secara masif supaya para orang tua paham betul bagaimana cara mengasuh anak dengan cara-cara yang positif,” terangnya.

Selain penguatan edukasi, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi anak-anak di lingkungan sekitar. Menurutnya, budaya saling peduli menjadi salah satu kunci dalam mendeteksi lebih awal potensi kekerasan maupun pelanggaran hak anak.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak takut melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan kekerasan, eksploitasi, penelantaran, maupun bentuk pelanggaran hak anak lainnya. Laporan yang cepat, kata dia, akan memudahkan pemerintah bersama aparat penegak hukum memberikan perlindungan dan penanganan secara cepat kepada korban.

“Jangan ragu untuk melapor apabila melihat atau mengetahui adanya indikasi kekerasan terhadap anak. Keselamatan dan masa depan anak-anak kita merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Dirinya berharap melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, edukasi yang berkelanjutan, serta meningkatnya kepedulian masyarakat, angka kekerasan terhadap anak dapat ditekan.

“Langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mewujudkan Kabupaten Berau sebagai daerah yang ramah anak, di mana setiap anak dapat tumbuh, berkembang, dan memperoleh perlindungan secara optimal,” pungkasnya. (adv)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER