TARAKAN – Penyuluh pertanian di Kalimantan Utara (Kaltara) ternyata masih kurang. Hal itu diungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Heri Rudiyono di Tarakan, belum lama ini.
Kendati saat ini seluruh wilayah binaan sudah tercover penyuluh. Namun semestinya, kata Heri, setiap desa harus memiliki satu penyuluh. “Kita masih kurang apalagi sudah ada penyuluh yang sudah pensiun belum ada penambahan,” ucapnya.
Diakuinya, satu penyuluh bisa menangani lebih dari satu desa di Kaltara. Hal itu terpaksa dilakukan karena kurangnya jumlah penyuluh. Dia pun berharap ke depan jumlah penyuluh dapat bertambah sehingga produktivitas pertanian di Kaltara bisa meningkat.
Kendati demikian, Heri meminta para penyuluh tetap bersemangat dalam menjalankan tugas pendampingan. Terkhusus untuk para petani diharapkan kerjasamanya dengan penyuluh- penyuluh yang sedang menjalankan tugas dilapangan sehingga produksi pertanian di Kaltara bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Lebih lanjut dikatakannya, penyuluh pertanian memiliki peran penting demi keberlangsungan aktivitas pertanian di Kaltara, sehingga penyuluh dituntut untuk bekerja ekstra dalam melakukan tugas sebagai fasilitator para petani yang tergabung dalam kelompok- kelompok tani yang menjadi binaannya.
Disinggung terkait insentif, dia mengatakan ada bantuan keuangan (bankeu) sebesar Rp 1,5 juta per bulan yang langsung disalurkan ke pemerintah daerah. Nantinya uang tersebut akan disalurkan pemerintah daerah kepada para penyuluh.”Jadi tidak langsung ke provinsi tapi langsung ke pemerintah kabupaten kota,” ujarnya. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


