BONTANG — DPRD Kota Bontang menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih komprehensif dalam penanganan penyandang disabilitas di Kota Taman. Tidak hanya fokus pada aspek pendidikan dan terapi anak, DPRD juga mendorong program pemberdayaan yang lebih luas bagi kaum disabilitas, termasuk akses pelatihan dan kesempatan kerja.
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan banyak aspirasi masyarakat yang masuk terkait kebutuhan ruang yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas, baik dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja. “Aspirasi yang masuk cukup banyak. Kita ingin ke depan tidak hanya fokus pada penanganan anak, tapi juga bagaimana pemberdayaan kaum disabilitas, termasuk membuka ruang kerja dan peluang di perusahaan bagi mereka,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki potensi yang harus didukung melalui kebijakan yang tepat, termasuk penyediaan akses terhadap pelatihan, kesempatan kerja, hingga lingkungan yang ramah dan inklusif.
Karena itu, DPRD menilai penyandang disabilitas tidak boleh hanya dipandang sebagai objek layanan sosial, tetapi harus diberikan ruang untuk mandiri dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. “Kita ingin mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, DPRD Bontang juga berencana melakukan kunjungan lapangan guna melihat langsung kondisi serta kebutuhan penyandang disabilitas di lapangan.
Langkah tersebut diharapkan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih menyeluruh dan tepat sasaran. “Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam merumuskan kebijakan yang lebih komprehensif, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh penyandang disabilitas di Kota Bontang,” pungkasnya. (MK)
Penulis: Dwi S
Editor: Agus S


