
BERAU – Stabilitas harga pangan pada tahun 2026 disorot Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong. Menurutnya, pemerintah jangan hanya sibuk melakukan operasi pasar.
Langkah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang telah menyiapkan operasi pasar dan pemantauan harga, diapresiasi Rudi, akan tetapi dia menegaskan strategi jangka pendek itu belum cukup untuk menjaga harga tetap stabil. “Sumber persoalan inflasi di Berau bukan pada kurangnya intervensi pasar, tetapi lemahnya kapasitas produksi lokal,” ungkapnya.
Dikatakannya, ketergantungan daerah terhadap pasokan dari luar membuat harga komoditas sangat mudah bergejolak saat terjadi gangguan distribusi. “Operasi pasar hanya menyembuhkan gejala, bukan penyakitnya. Selama kita masih bergantung pada pasokan luar daerah, harga akan tetap sensitif. Kuncinya adalah memperkuat suplai lokal,” tegasnya.
Rudi mendorong pemerintah daerah dan OPD teknis bekerja lebih terkoordinasi dalam memperkuat sektor pertanian, perikanan dan UMKM tiga sektor yang dinilai paling strategis untuk menopang ketersediaan pangan. “Langkah krusial ini meliputi percepatan pengembangan sentra produksi, peningkatan distribusi pangan, hingga percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha kecil,” paparnya.
Tak hanya itu, ia menekankan pentingnya transparansi informasi harga di tingkat pedagang untuk mencegah spekulasi yang sering memicu kenaikan harga mendadak.”Dengan memperkuat produksi lokal dan memastikan koordinasi lintas OPD berjalan efektif, stabilitas harga dapat lebih terjaga,” pungkasnya. (adv)


