TARAKAN – Pengelolaan Dermaga pelabuhan Tengkayu I SDF Tarakan direncanakan beralih ke pihak ketiga. Wacana ini mencuat seiring kebutuhan tenaga layanan dan kebersihan yang kian mendesak, sementara jumlah personel di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Tengkayu I masih terbatas.
Kepala UPTD Pelabuhan Tengkayu I SDF Tarakan, Muhammad Roswan, menjelaskan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan kebutuhan tenaga yang jauh lebih besar dibandingkan kemampuan yang ada saat ini. Terutama pada layanan kebersihan dan pengaturan fasilitas di dermaga.
“Rencana tahun depan di dermaga dikelola pihak ketiga kan. Cuman enggak tau ini belum ada kabar-kabar mudah-mudahan bisa Jadi,” ujar Roswan, Minggu (16/11/2025).
Saat ini UPTD Pelabuhan Tengkayu I memiliki 66 personel, termasuk tenaga kebersihan, petugas retribusi, hingga satpam. Padahal kebutuhan ideal mencapai tambahan sekitar 30 orang untuk memastikan pelayanan berjalan optimal.
“Tenaga kebersihan saja kami punya 18 orang. Sementara kebutuhan di dermaga makin besar, terutama karena DPR mengarahkan agar ada petugas yang standby di toilet dan titik pelayanan lainnya,” jelas Roswan.
Toilet keberangkatan dan kedatangan kini sama-sama dibuka, sehingga minimal membutuhkan empat petugas per shift. Jika menggunakan pola dua shift, kebutuhan bisa mencapai delapan orang hanya untuk toilet.
Dalam pertemuan dengan DPRD sebelumnya, sejumlah fasilitas menjadi sorotan, antara lain kondisi toilet, area parkir drop zone yang kerap semrawut, hingga kurangnya petugas pengatur kendaraan.
“Kalau pagi atau menjelang jam pulang, drop zone itu sering tidak terjaga karena tidak ada petugas. Kami memang kekurangan tenaga, apalagi kami bekerja tujuh hari,” kata Roswan.
UPTD sebenarnya telah mengusulkan tambahan empat tenaga cleaning service khusus untuk memperkuat layanan di dermaga, namun rekrutmen belum dapat berjalan karena keterbatasan anggaran dan aturan pengadaan.
Menurut Roswan, opsi melibatkan pihak ketiga dinilai dapat menjadi solusi jangka menengah. Dengan skema outsourcing, pengelola profesional bisa fokus menangani kebersihan dan layanan operasional dermaga.
“Sudah ada wacana untuk itu. Harapannya bisa terealisasi tahun depan. Tapi tentu masih menunggu pembahasan lanjutan, termasuk kesiapan anggaran dan proses pengadaan,” ucapnya.
Meski demikian, diia memastikan pelayanan tetap berjalan sembari menata ulang penempatan personel. Fokus utama, kata dia, tetap pada area dermaga yang selama ini menjadi titik sorotan utama.
“Kami coba dulu pola baru, evaluasi jalan terus. Yang jelas, kami juga kasihan dengan teman-teman di lapangan, karena memang SDM terbatas sementara tuntutan pelayanan terus naik,” tutup Roswan. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


