Pengawasan Ternak Diperketat Jelang Iduladha, Stok Sapi di Tarakan Masih Kurang

TARAKAN – Pengawasan lalu lintas dan kesehatan ternak di Kota Tarakan semakin diperketat menjelang Iduladha. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), memastikan seluruh sapi yang beredar memenuhi syarat kesehatan dan kelayakan sebagai hewan kurban.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) DKPP Tarakan, Paulus D, menjelaskan terdapat perbedaan dalam proses pengawasan ternak. Sapi yang masuk melalui jalur karantina akan diperiksa langsung, sementara sebagian lainnya tetap berada dalam pengawasan otoritas karantina meski tidak melalui proses pemeriksaan di tempat. “Kalau melalui karantina, ternak dimasukkan dan diperiksa. Tapi ada juga yang tetap dalam pengawasan karantina meski tidak melalui pemeriksaan langsung di lokasi,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Dia mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat bersama instansi karantina di wilayah Juata Laut, untuk memperkuat koordinasi. Hasilnya ditindaklanjuti dengan pembentukan satuan tugas (satgas) pengawasan lalu lintas ternak menjelang Iduladha.

Berdasarkan data terakhir, tercatat sebanyak 998 ekor sapi tersedia dan siap dikarantina. Sementara itu, kebutuhan sapi untuk Iduladha diperkirakan mencapai 1.500 ekor. “Masih ada kekurangan sekitar 500 ekor. Tapi kemungkinan minggu ini masih ada tambahan pasokan,” jelasnya.

DKPP juga telah mengusulkan pembatasan kuota pemasukan sapi kepada satgas. Langkah ini bertujuan mencegah penumpukan ternak sekaligus membantu peternak dan pelaku usaha dalam memasarkan sapi mereka.

Namun demikian, Paulus menegaskan pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk membatasi secara langsung. Lalu lintas ternak antarwilayah diatur melalui perizinan tingkat provinsi. “Selama pengajuan dari daerah asal disetujui provinsi dan dokumen lengkap, ternak tetap bisa masuk,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, DKPP melakukan pendataan menyeluruh terkait ketersediaan dan kebutuhan ternak. Data ini menjadi acuan bagi peternak, agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan pasokan di lapangan.

Selain itu, mulai pekan ini tim DKPP turun langsung ke kandang-kandang untuk melakukan monitoring, pembinaan, dan pendataan. Pemeriksaan dilakukan secara detail, termasuk menghitung jumlah sapi yang benar-benar siap dipotong.

“Tidak semua sapi siap kurban. Misalnya ada peternak punya 10 ekor, tapi yang layak potong mungkin hanya 8, dan yang benar-benar dijual bisa saja hanya 5 ekor. Itu yang kami data sebagai siap Iduladha,” terangnya.

Secara keseluruhan, populasi sapi di Tarakan diperkirakan mencapai 1.000 hingga lebih dari 3.000 ekor. Namun, hanya sebagian yang memenuhi kriteria sebagai hewan kurban.

Mulai Senin pekan depan, tim DKPP bersama dokter hewan akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara langsung ke seluruh kandang, baik skala besar maupun kecil. Untuk kandang besar, jumlahnya berkisar 15 hingga 20 lokasi, sementara peternak kecil tetap akan diperiksa jika melaporkan ternaknya untuk dijual.

Sapi yang telah diperiksa dan dinyatakan sehat akan diberi penanda sebagai bukti telah melalui pemeriksaan dan vaksinasi. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi masyarakat dalam mendapatkan hewan kurban yang sehat, aman, dan sesuai syariat.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER