TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) masih memiliki pekerjaan rumah dalam penataan infrastruktur pendidikan, khususnya terkait ketersediaan ruang belajar yang memadai bagi peserta didik.
Salah satu persoalannya terjadi di SMAN 2 Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Saat ini, aktivitas belajar mengajar di sekolah ini masih berlangsung di dua lokasi berbeda, akibat adanya persoalan lahan pada lokasi sekolah sebelumnya.
Bangunan awal SMAN 2 Tanjung Selor berada di kawasan Slimau II, Kelurahan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor. Namun, belakangan diketahui sebagian lahan yang telah dibangun fasilitas sekolah belum sepenuhnya berstatus clear and clean, sehingga pemerintah mengambil langkah untuk memindahkan pembangunan sekolah ke lokasi yang baru.
Lokasi baru SMAN 2 Tanjung Selor berada di Jalan Tiga Tawai, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor. Meski pembangunan fasilitas sekolah di lokasi baru terus dilakukan, belum seluruh kebutuhan ruang kelas dapat terpenuhi.
Kondisi ini membuat kegiatan belajar mengajar hingga saat ini, masih harus dibagi ke dua lokasi. Siswa kelas 10 dan kelas 11 melaksanakan proses pembelajaran di gedung baru yang berada di Jalan Tiga Tawai. Sementara itu, siswa kelas 12 masih menggunakan bangunan lama di kawasan Slimau II.
Pembagian lokasi belajar ini tentunya menjadi perhatian pemerintah daerah, mengingat idealnya seluruh aktivitas pendidikan dapat dipusatkan dalam satu kawasan sekolah. Selain lebih efektif dalam pengelolaan sekolah, pemusatan kegiatan belajar mengajar juga diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, mengatakan Pemprov Kaltara terus berupaya mencari dukungan anggaran untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan di SMAN 2 Tanjung Selor.
Menurutnya, salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah penambahan empat ruang kelas baru di lokasi pembangunan SMAN 2 Tanjung Selor di Jalan Tiga Tawai.
“Iya, kita selalu berupaya melalui Kepala Disdikbud untuk bisa mendapatkan lagi bantuan ruang kelas baru di SMAN 2 Tanjung Selor, sehingga aktivitas belajar mengajar mereka terpusatkan di satu lokasi,” ujar Zainal.
Ia menegaskan, pemerintah akan terus berupaya memenuhi kebutuhan infrastruktur pendidikan secara bertahap, termasuk mencarikan sumber pendanaan untuk pembangunan ruang kelas baru.
Dengan adanya tambahan ruang kelas, diharapkan seluruh siswa SMAN 2 Tanjung Selor nantinya dapat melaksanakan proses belajar mengajar di satu lokasi. Hal ini juga dinilai penting untuk mendukung terciptanya proses pendidikan yang lebih efektif dan nyaman.
Pemprov Kaltara melalui Disdikbud juga diharapkan dapat terus melakukan penataan dan pemenuhan sarana pendidikan, sehingga persoalan keterbatasan ruang kelas maupun penggunaan bangunan sekolah di lokasi berbeda dapat segera diselesaikan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, sekaligus memastikan ketersediaan infrastruktur sekolah yang layak dan mampu menunjang kebutuhan peserta didik. (*)
Pewarta: Martinus
Editor: Yusva Alam


