TENGGARONG – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mewujudkan akses jalan yang aman dan nyaman terus berlanjut. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, program pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) kembali digenjot pada tahun 2025, menyasar ribuan titik di seluruh kecamatan, termasuk wilayah hulu yang sebelumnya minim penerangan.
Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaedi, mengatakan pembangunan LPJU menjadi bagian penting dalam meningkatkan konektivitas dan keselamatan masyarakat pengguna jalan, terutama di jalur antar-kecamatan dan kawasan pedesaan. Tahun ini, pihaknya menargetkan sekitar 5.500 titik baru akan terpasang di berbagai lokasi strategis.
“Fokus kami bukan hanya di wilayah perkotaan, tetapi juga ke daerah-daerah hulu yang selama ini masih minim penerangan. Ini bagian dari komitmen pemerataan pembangunan infrastruktur dasar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, beberapa titik prioritas tahun ini meliputi jalur Kota Bangun, Tabang, dan Kembang Janggut, yang kini juga tengah mengalami peningkatan infrastruktur jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). Sementara itu, di wilayah tengah seperti Tenggarong, Loa Kulu, Loa Janan, dan Sebulu, pemasangan LPJU difokuskan pada ruas padat lalu lintas dan kawasan permukiman penduduk.
Menurut Junaedi, keberadaan LPJU bukan hanya meningkatkan kenyamanan pengguna jalan di malam hari, tetapi juga menekan potensi kecelakaan dan tindak kejahatan. Ia menyebut bahwa hingga kini, lebih dari 22 ribu titik lampu telah terpasang di seluruh Kukar. Dengan tambahan 5.500 unit baru tahun ini, jumlahnya akan mendekati 28 ribu titik penerangan.
“Masih ada sekitar 14 ribu titik yang menjadi target kami hingga 2026. Secara bertahap, seluruh ruas jalan utama dan akses ke wilayah pelosok akan diterangi,” terangnya.
Dishub Kukar juga terus berkoordinasi dengan PLN terkait proses uji kelayakan dan penyambungan listrik untuk lampu-lampu yang sudah terpasang. Junaedi menambahkan, pihaknya berupaya agar seluruh LPJU yang telah selesai dikerjakan dapat segera berfungsi maksimal.
“Lampu jalan bukan hanya penerang malam, tapi juga simbol bahwa pembangunan sudah hadir hingga ke pelosok. Kami ingin semua warga merasakan manfaatnya secara merata,” pungkasnya. (Adv)


