Pemkab Bulungan Hadirkan Kartu Disabilitas, Dorong Program Inklusi

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan secara resmi meluncurkan kartu disabilitas, yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas di Bulungan, Selasa (17/3/2026) malam.

Bupati Bulungan, Syarwani, dalam kesempatan itu mengatakan peluncuran kartu disabilitas tersebut diharapkan dapat membawa berkah bagi keluarga penyandang disabilitas di Bulungan. “Semoga ini membawa berkah bagi keluarga penyandang disabilitas di Bulungan,” ucap Syarwani.

Diketahui, peluncuran kartu disabilitas ini merupakan kolaborasi antara Pemkab Bulungan dengan Dinas Sosial, Disperindagkop, Yayasan Fakih Hasan Center, pengusaha hotel, pelaku UMKM, serta Gapasdap yang tergabung dalam Bulungan Sejahtera Bersama.

Dikatakan, program ini merupakan salah satu dari belasan program pemerintah daerah yang dinamakan Bulungan Inklusi Ramah Disabilitas.

“Program ini sudah kita launching pada 12 Oktober 2025 lalu, dan juga sudah melakukan berbagai kerja sama. Pertama dengan pengusaha hotel, kemudian pelaku UMKM di Taman Tepian Sungai Kayan, serta para pengusaha di moda transportasi sungai,” kata Syarwani.

Diterangkan Syarwani, kartu disabilitas tersebut bermanfaat bagi para penyandang disabilitas, di mana mereka akan mendapatkan keringanan saat menggunakan fasilitas umum, berkunjung ke pelaku UMKM, maupun menggunakan transportasi sungai dari Tanjung Selor menuju Tarakan ataupun Peso.

“Lewat kartu ini mereka diringankan dalam beban biaya,” ujarnya.

Adapun diskon yang diberikan, kata Syarwani, sepenuhnya diserahkan kepada komunitas. “Pemerintah daerah tidak menetapkan tarif, misalnya bagi pedagang berapa persen. Karena mereka tergabung dalam Bulungan Sejahtera Bersama, ada komunitas paguyuban pedagang yang menyepakati hal tersebut,” jelasnya.

Besaran diskon, seperti Rp10 ribu dan lainnya, kembali pada kesepakatan para pedagang. Peran pemerintah daerah adalah mewadahi serta membangun komitmen bersama untuk membantu meringankan beban penyandang disabilitas.

“Demikian juga dengan transportasi. Jika tarif normal Tanjung Selor ke Tarakan Rp150 ribu, mungkin ada diskon dari pengusaha speedboat,” tambahnya.

Namun demikian, besaran diskon tidak ditetapkan oleh pemerintah daerah, melainkan berdasarkan kesepakatan para pelaku usaha.

Berdasarkan data yang diterima, jumlah penyandang disabilitas di Bulungan mencapai ribuan orang yang perlu mendapatkan perhatian dan fasilitasi. “Termasuk berbagai kebijakan dan insentif yang diberikan pemerintah melalui dinas terkait,” pungkasnya. (*)

Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER