spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Muhammad Yunus: Tangani Stunting Perlu Kolaborasi Semua Pihak

TARAKAN – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan, Muhammad Yunus menyebut, percepatan penurunan angka stunting perlu kolaborasi semua pihak. Hal itu disampaikannya saat ditemui usai menghadiri Rembuk Stunting Tingkat Kota Tarakan Tahun 2024, Selasa (26/3/2024).

Menurutnya, penurunan angka stunting merupakan salah satu program nasional yang harus didukung bersama- sama, dan harus melibatkan banyak pihak dan banyak unsur terkait.

Melalui peningkatan sinergisitas dan komitmen antara pemangku kepentingan tersebut, ia meyakini angka stunting di Kota Tarakan semakin menurun.

“Perlu lintas sektor menangani stunting ini, seperti Bank Indonesia dan seluruh pihak yang hadir dalam Rembuk Stunting hari ini,” tegasnya.

Yunus mengatakan, DPRD sangat mendukung langkah-langkah yang diambil oleh Pemkot Tarakan dalam upaya penurunan stunting.

“Kalau saya sangat mendukung untuk penurunan stunting ini. Ini juga menjadi program dari Presiden terpilih Prabowo Subianto,” ujarnya.

Dalam upaya penurunan stunting di Tarakan, pihaknya terus memonitoring perkembangannya bersama Pemkot Tarakan. Menurutnya, anak-anak sekolah dan bayi harus disejahterakan agar terhindar dari stunting.

Baca Juga:   Buaya yang Muncul di Pemukiman Warga akan Dibawa ke Penangkaran

“DPRD ini kan fungsinya paling penting pengawasan dan penganggaran,” katanya.

Dikatakannya, DPRD Tarakan juga berkomitmen ikut menangani stunting di Tarakan. Dibuktikan dengan penandatanganan komitmen pencegahan dan penurunan stunting kota Tarakan tahun 2024. Tujuannya sebagai bentuk komitmen dari para pemangku kepentingan untuk merumuskan rencana aksi yang efektif dalam penanganan stunting.

Sebagai informasi, angka prevalensi stunting di Kota Tarakan terus mengalami penurunan yang signifikan dari tahun ke tahun. Berdasarkan Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, Tarakan mengalami penurunan prevalensi stunting yang signifikan yaitu 15,4 persen. Turun 10,5 persen dari Tahun 2021.

Sementara itu, berdasarkan hasil penarikan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E- PPGM), prevalensi stunting di Kota Tarakan sebesar 8,19 persen di 2021. Kemudian turun di 2022 menjadi 6,39 persen. Angka ini mengalami penurunan lagi di 2023 menjadi 4,5 persen.

Penulis: Ade Prasetia

Editor: Yusva Alam

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER