TARAKAN – Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kota Tarakan belum mampu memulihkan kondisi air baku. Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan masih menerapkan sistem distribusi bergilir, karena tambahan debit air di sejumlah embung belum cukup untuk mengembalikan produksi secara normal.
Manajer Produksi Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan, Sunarto mengatakan hujan yang turun beberapa waktu lalu tidak merata. Di Embung Kampung Satu, misalnya, hujan hanya berlangsung kurang dari satu jam, sehingga tidak memberikan dampak berarti terhadap ketersediaan air baku.
“Di Kampung Satu memang ada hujan, tetapi tidak lebih dari satu jam. Dengan cakupan embung yang begitu besar, kalau hujan tidak sampai satu jam, tidak ada pengaruh sedikit pun terhadap kondisi embung,” ujarnya, Selasa (22/9/2026).
Meski demikian, hujan sempat menambah tinggi muka air di beberapa embung. Embung Bengawan naik sekitar 39 sentimeter, Embung Binalatung bertambah sekitar 12 sentimeter, sedangkan Embung Rawasari naik sekitar 10 sentimeter. Namun, kondisi Embung Kampung Satu masih belum membaik karena tinggi muka air masih berada di kisaran minus 262 sentimeter.
“Yang cukup terasa itu di Embung Binalatung dan Embung Bengawan. Tetapi untuk Kampung Satu sampai hari ini masih minus sekitar 262 sentimeter,” katanya.
Kondisi tersebut membuat PDAM tetap memberlakukan distribusi air secara bergilir. Menurut Sunarto, pengalihan suplai dilakukan setiap dua hari sekali agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan.
“Salah satunya dari Embung Binalatung ditransfer ke Kampung Satu. Sistem ini masih kita lakukan,” jelasnya.
Sementara itu, pelayanan di wilayah Tarakan Utara masih relatif stabil. IPA Kampung Bugis tetap beroperasi dengan pasokan air dari Embung Rawasari, sehingga produksi bertahan di kisaran 150 liter per detik. Embung Rawasari juga menjadi sumber pasokan bagi IPA Persemaian, yang melayani sejumlah wilayah lainnya.
“Memang masih minus, tetapi dengan adanya hujan kemarin ada kenaikan. Makanya produksi air masih bisa tetap normal,” ucapnya.
Dia menambahkan, distribusi air ke wilayah Juata Laut, Juata Korpri, hingga Juata Kerikil masih berjalan. Jika ada pelanggan yang terdampak, jumlahnya diperkirakan tidak lebih dari 1.000 sambungan rumah.
Berdasarkan data Perumda Air Minum Tirta Alam per 22 September 2026, kapasitas produksi IPA Kampung Satu saat ini sekitar 210,03 liter per detik atau turun dari kapasitas normal 325,14 liter per detik. Sementara produksi IPA Persemaian masih bertahan di angka 226,06 liter per detik. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan PDAM masih mempertahankan sistem distribusi bergilir hingga pasokan air baku kembali membaik.
Pewarta: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


