TARAKAN – Satreskrim Polres Tarakan mengungkap kasus penemuan mayat seorang pria berinisial IR (29) di sebuah ruko Jalan Gajah Mada, RT 3, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Tarakan Barat, Senin (13/4/2026) sore.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka terbuka di bagian leher. Lokasi kejadian berada di kawasan Gusher, sekitar Ramayana Tarakan.
Kapolres Tarakan, AKBP Erwin Syaputra Manik melalui Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Reginald Yuniawan Sujono, menjelaskan bahwa penemuan jasad korban berawal saat seorang saksi hendak mengambil barang di lantai dua ruko milik orang tua korban. “Sekitar pukul 18.00 Wita, saksi melihat kaki korban sudah dalam kondisi berdarah. Saat dicek, korban ditemukan dengan luka di leher,” ujar Reginald dalam keterangan pers di Polres Tarakan, Rabu (15/4/2026).
Saksi kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga lain sebelum akhirnya diteruskan ke pihak kepolisian. Polisi telah memeriksa sedikitnya tujuh orang saksi, termasuk rekan korban, ibu angkat korban, serta tetangga sekitar lokasi kejadian.
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sebilah pisau dapur berlumuran darah, tali rafia, potongan kardus bercak darah, beberapa bungkus rokok, botol minuman, parfum, sajadah, hingga dua unit ponsel milik korban. “Pisau ditemukan di lokasi, tertindih di bagian kaki korban saat proses evakuasi,” jelasnya.
Hasil pemeriksaan visum dari dokter forensik menunjukkan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau perlawanan pada tubuh korban. Luka hanya terdapat di bagian leher. “Tidak ada tanda kekerasan lain maupun indikasi perlawanan. Luka terbuka terdapat di leher dengan kedalaman hingga 6 cm,” ungkap Reginald.
Selain itu, tidak ditemukan jejak orang lain di lokasi kejadian, baik berupa sidik jari maupun bekas pijakan kaki. Warga sekitar juga tidak mendengar adanya keributan saat peristiwa terjadi.
Dari keterangan saksi, korban diketahui memiliki riwayat gangguan mental dan sempat mengalami depresi dalam waktu cukup lama. “Korban diduga memiliki riwayat gangguan kejiwaan yang mengarah ke skizofrenia. Bahkan, menurut keterangan saksi, korban pernah mencoba melukai diri sendiri sebelumnya,” katanya.
Polisi juga menemukan obat-obatan yang biasa dikonsumsi korban di rumahnya. Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Polres Tarakan mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi hoaks serta tetap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif,” tutupnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


